Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

Komponen dan Format RPP K13 Revisi 2017

Format RPP Revisi 2017 – Saya membayangkan, aturan pembuatan RPP yang baku itu tidak ada. Dalam permendikbud, tidak ditegaskan secara rinci bagaimana RPP itu harus dibuat sedemikian rupa sehingga semua RPP itu harus seragam. Permendikbud hanya memberikan garis-garis tentang komponen-komponen RPP, tetapi tidak memberikan keterangan yang lengkap. Kalau saya salah, tolong diluruskan. Dan silakan anda baca tentang aturan pembuatan RPP pada permendikbud terbaru.

Karena permendikbud itu, sebabagaimana dengan kitab peraturan dan undang-undang lain adalah niscaya untuk berbeda, maka lahirlah banyak perbedaan dalam pembuatan RPP. Jadi wajar. Kalau anda seorang pengawas, anda sudah sepatutnya tidak kaku dalam mengoreksi RPP para guru dibawah bimbingan anda. Bisa jadi RPP yang berbeda dibuat oleh tangan-tangan kreatif yang mengeluarkan keringat malam pukul 12.

Memang, beberapa orang sering keliling, apalagi pada masa ajaran baru seperti sekarang, dan lebih sering dari unsur pengawas sekolah untuk memberikan pelatihan atau workshop kepada guru-guru tentang pembuatan RPP. Sehingga RPP di sebuah sekolah mesti diseragamkan. Tapi sebenarnya yang terpenting bukanlah RPPnya, tetapi bagaimana aplikasi RPP tersebut. Maka, sebagus-bagusnya RPP, ia tidak bisa menilai seorang guru secara valid. Ia hanya menjadi acuan, yang kadang-kadang dilupakan begitu saja.

Komponen dan Format RPP K13 Revisi 2017


Daripada ngelantur, saya tunjukkan saja salah satu pemahaman tentang format RPP revisi 2017 berikut:  

Ada komponen-komponen yang mesti ada dalam RPP, meliputi identitas sekolah, mata pelajaran, kelas, alokasi waktu. Lalu bab-bab yang berisi kompetensi inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Media Pembelajaran, dan Penilaian, serta lampiran-lampiran.

Secara rinci format RPP Revisi 2017 adalah sebagai berikut:

1.     Identitas Sekolah, mapel, dan alokasi waktu
Misal,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                                 :  SMA N 1 PANGKALANKERINCI
Mata Pelajaran                                   :  BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester                                :  X/2
Materi Pokok                                     :  Struktur dan Unsur Kebahasaan Teks Anekdot
Alokasi Waktu                                   :  120 menit (2 x pertemuan)


A.     Kompetensi Inti (KI)

        Kompetensi inti berisi 4 Kompetensi yang semuanya dimasukkan, jika itu
mata pelajaran agama dan PKN). Tetapi jika bukan mata pelajaran tersebut, cukup dituliskan 2 kompentensi inti, yakni KI 3 dan KI 4. Kalau dipikir-pikir apa maksudnya? Kenapa tidak dimasukkan semuanya?
format rpp k13 revisi 2017


B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 Khusus untuk mata pelajaran agama dan PKN dituliskan KD 1 dan KD2 beserta indikatornya. Sementara mata pelajaran lain Cuma KD 3 dan KD 4 beserta indikatornya. Contoh: 
format rpp revisi 2017


C.  Tujuan Pembelajaran
  Tujuan pembelajaran
dibuat dalam bentuk deskripsi. Aturan ini kaku benar, seperti skripsi. Kenapa tidak boleh misalnya, dibuat penomoran, kan lebih jelas. Tapi sudahlah. Contoh..
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pedagoge gendre, saintifik, CLIL dengan model pembelajaran discovery, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks anekdot, menentukan abstraksi, orentasi, krisis, reaksi dan koda teks anekdot,menyusun teks anekdot dengan bahasa yang baik dan penuh tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran dan bersikap jujur, percaya diri serta pantang menyerah.


D.Materi Pembelajaran
    
Materi Pembelajaran disajikan dari materi yang terdapat pada indikator pencapaian kompetensi.   Rincian materi setiap pertemuan dinyatakan dalam Lampiran.
  •          Teks anekdot
  •          Definisi teks anekdot
  •          Struktur teks anekdot
  •          Unsurkebahasaan teks anekdot
  •         Teknik menulis teks anekdot
  •          Langkah-langkah menulis teks anekdot



E.Pendekatan, Metode, dan Model Pembelajaran
       Model yang disarankan adalah model yang didalam langkah-langkah sesuai dengan proses berpikir saintifik. Model tersebut adalah discovery learning, inquri, problem base learning, dan project base learning.
Pendekatan        : Pedagogi Genre,  Saintifik, CILL
Model                      : Discovery
Metode                   : ceramah, diskusi, tanya jawab

F. Media Pembelajaran
 Contoh: 
Media/Alat : Lembar Kerja, Papan Tulis/White Board, LCD, alat Lab
G.  Sumber Pembelajaran
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
·        Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X  Tahun 2016
·       Buku teks bahasa Indonesia
H.   Kegiatan Pembelajaran
     pada kegiatan pembelajaran sebaiknya tergambar PPK, literasi, 4C, dan HOTS
. Ingat, sebaiknya, jadi sunnah saja hukumnya.
Contoh:

Indikator: …
(indikator yang dirujuk untuk pembelajaran pertemuan pertama) 

1.    Pertemuan Pertama: (2 JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan
Contoh:

      (Contoh di atas PPK-nya adalah religius dengan cara berdoa sebelum melaksanakan pembelajaran)
b.      Kegiatan Inti 
     [Kegiatan inti pada pembelajaran ini merupakan langkah-langkah dari model discovery learning, karena diharapkan peserta didik menemukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi secara mandiri dan/atau berkelompok. Model ini terdiri dari 6 langkah/sintak, yakni: 1)Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan), 2)Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah), 3) Data collection (pengumpulan data), 4)Data processing (pengolahan data), 5)Verification (pembuktian), 6)Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)].

 
I. Penilaian
Di isi sebagaimana mestinya, Contoh:
Penilaian kurikulum 2013

A.      Penilaian
1.      Penilaian Sikap
a.       Teknik penilaian                           : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
b.       Bentuk penilaian                           : lembar pengamatan
c.        Instrumen penilaian     : jurnal (terlampir)

2.      Pengetahuan
Jenis/Teknik tes    :  tertulis dan lisan
a.  Tertulis
b. Penugasan
c. Instrumen Penilaian (terlampir)

2.     Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian      :  Praktik/Performence
Instrumen Penilaian (terlampir)


Lampiran:
         1.         Materi Pembelajaran Pertemuan 1
                 (materi ini dapat berupa ringkasan materi atau hand out sehingga nanti kalau
                 dikumpulkan bisa menjadi modul)
         2.         Instrumen Penilaian Pertemuan 1
                 (instrumen penilaian ini terdiri dari kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
                 dilengkapi dengan bentuk/teknik penilaian dan instrumennya serta kisi-kisi dan pedoman
                  penskorannya)
         3.         Materi Pembelajaran Pertemuan 2
         4.         Instrumen Penilaian Pertemuan 2

dan seterusnya tergantung banyak pertemuan.

Sekali lagi, dan mungkin ini tidak terakhir kali saya mengingatkan. Bagi semua guru Indonesia, tidak perlu bingung dalam pembuatan RPP. Kalau kemudian pengawas anda tidak stuju dengan RPP yang anda buat karena menurutnya tidak sesuai, maka anda mungkin bisa memberikan argumen anda, bahwa anda misalnya sudah sesuai dengan permen, tetapi pemahaman anda berbeda dengan pengawas. Itu kalau anda berani. Adapun format revisi 2017 di atas, hanyalah contoh yang sekarang sedang cukup hot di kalangan guru. 

Untuk Contoh lengkap RPP revisi 2017 lengkap bisa anda download melalui tautan berikut:
download juga:

Bahan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK):
1. Penguatan Pendidikan Karakter
2. Konsep dan Pedoman PPK
3. Modul PPK bagi Komite Sekolah
4. Modul PPK bagi Kepala Sekolah
5. Modul PPK bagi Guru
6. Modul PPK bagi Pengawas
7. Panduan Penilaian PPK

Demikian ulasan singkat tentang Komponen dan Format RPP K13 Revisi 2017. semoga membantu.

Mencermati Perbedaan RPP KTSP dan RPP Kurtilas

RPP Kurikulum 2013 - Salah satu tugas seorang guru adalah mengadministrasikan apa yang akan dikerjakan dan apa yang sudah dikerjakan. Di antara administrasi yang mesti dipenuhi guru adalah membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Tapi apakah RPP mesti dibuat seragam, dan apakah RPP sebagaimana yang dibuat oleh guru itu memang benar-benar penting dibuat, atau hanya sekadar formalitas belaka? Jawabannya tentu akan beragam. Dan kali ini kita tidak akan membincang soal hal itu. Tapi Anda boleh membaca tulisan saya yang berkaitan dengan masalah tersebut: Hantu Administrasi Guru. Untuk posting kali ini, kita akan membicarakan seputar perbedaan RPP Kurikulum 2013 (Kurtilas) dan RPP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Hem, ini bahasan yang sebenarnya sedang ramai, jika keramaian tidak hanya ditandai dengan suara yang terdengar oleh telinga dan pemberitaan media. Kalau kita bisa mendengar suara hati para guru, mungkin akan terbuktikan keramaian itu. Di media sosial, kadang saya temukan guru yang mengaku bingung bagaimana membuat RPP Kurtilas lalu meminta agar ada yang sudi membuatkannya. Sementara beberapa oknum justru memanfaatkan kesempatan konversi Kurikulum KTSP ke Kurtilas dengan berjualan CD bersisi kumpulan RPP. Satu keping CD berisi kumpulan RPP semua Mapel bisa dijual seperempat juta, sebuah harga yang bagi saya cukup besar. Tapi demi memenuhi tuntutan administrasi, demi senyum atasan, dan demi cairnya sertifikasi, tidak jarang guru yang enteng membelinya setelah—mungkin— patungan dengan teman-temannya. Ini mungkin agak sesuai dengan janji Sang Menteri, bahwa tidak akan ada guru yang dirugikan dengan pergantian kurikulum, melainkan akan banyak orang diuntungkan, salah satunya penjual CD RPP. Hehe…

Lhah kok saya malah nerocos kemana-mana. Jadi, apa saja perbedaan RPP KTSP dan K13? Sebenarnya ada cara yang sangat mudah untuk mengetahui perbedaan RPP kedua kurikulum tersebut. Sandingkan saja RPP KTSP dan Kurtilas. Jika anda belum punya RPP Kurtilas saya sarankan untuk tidak membeli karena sekarang sudah banyak beredar RPP Kurtilas di internet, anda tinggal unduh saja, gratis. Setelah anda menyandingkan dua RPP yang berbeda kurikulum tinggal diamati untuk kemudian mencari perbedaannya.

Tapi kalau anda penasaran ingin cepat tahu, marilah saya tunjukkan beberapa.

Susunan RPP Kurikulum 2013


Susunan RPP KTSP

perbedaan rpp ktsp dan k13


 Bahwa memang, RPP dua kurikulum tersebut nyaris sama dan hanya susunannya yang berbeda. Tetapi sebenarnya tidak. Kita bisa lihat, misalnya pada Kompetensi Dasar. Di KTSP, kompetensi dasar (KD) dan indikator berdiri sendiri, sementara RPP Kurtilas, KD digabung dengan indikator.

Tidak hanya itu, dalam pembuatan KD, indikator, dan tujuan pembelajaran RPP Kurtilas guru mesti memodifikasi sedemikian rupa sehingga ketiganya juga terkait dengan pencapaian peserta didik dalam hal karakter.

Perbedaan juga bisa kita temukan pada bagian langkah-langkah pembelajaran. Jika pada RPP KTSP kegiatan inti terdiri dari eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi, maka pada RPP Kurtilas kegiatan inti terdiri dari mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan membentuk jejaring yang bermula dari pedekatan saintifik (ilmiah) dan kontekstual sebagai sarana untuk memeroleh kemampuan kreatifitas siswa.

Perbedaan yang mencolok juga terdapat pada lembar penilaian. Pada kurikulum yang baru mesti dicantumkan item lembar pengamatan sikap pada bentuk instrumen, sementara pada kurikulum lama tidak.

Selanjutnya marilah kita saksikan Video di mana seorang pembicara sedang menjelaskan tentang perbedaan RPP KTSP dan Kurtilas. Video ini saya ambil saat diklat Kurtilas 2013 belum lama ini di sekolah saya. Pembicaranya adalah Drs. Sarjono, MM


Terakhir saya ingin menyampaikan bahwa meskipun pembuatan RPP berbeda antara satu kurikulum dan kurikulum lainnya, tetapi hakikat dari RPP itu sendiri tidak berubah. Yaitu, sebagai rencana yang menggambarkan sebuah langkah dan pengorganisasian pembelajaran guna mencapai Kometensi Dasar yang ditetapkan di dalam Standar Isi dan telah dijabarkan dalam Silabus. Demikian pembahasan seputar Perbedaan RPP KTSP dan RPP Kurtilas. Semoga bermanfaat. sumber gambar: petikan slide di www.slideee.com/slide/karakteristik-rpp-ktsp-dan-kurikulum-2013

Jika anda butuh RPP Fiqih Kelas 8 Kurikulum 2013 silakan download di link tersebut. Baca juga terkait UKG 2015. Demikian semoga bermanfaat

Marhaban Ya Kurtilas

Jika sebagian orang menganggap bahwa angka 13 adalah angka sial, maka Kemendikbud justru ingin melawan mitos itu dengan menggunakan angka tersebut untuk kurikulumnya yang baru: 2013. Sebagaimana perencanaan pembangunan gedung pencakar langit atau jembatan penghubung antar pulau, Kurikulum 2013 (Kurtilas) tentunya telah pula digodog sedemikian rupa sebelum ditetapkan, meski banyak kalangan menilai Kurtilas lahir prematur alias terburu-buru. Kenapa terburu-buru? Penilaian tersebut bukannya tanpa dasar. Hingga kini, kita tahu, masih banyak guru yang belum mendapatkan pelatihan menyangkut Kurtilas, masih banyak pula sekolah yang belum menerima buku Kurtilas, khususnya sekolah-sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.

Meski begitu, kita tentu tidak berharap Kurtilas akan mengalami kesialan yang pada akhirnya mengundang kesialan kita semua. Kompor sudah dinyalakan, dan nasi sudah menjadi bubur; ratusan atau bahkan ribuan pelatihan, jutaan cetakan buku ajar, dan seabrek hal lain sudah menghabiskan banyak biaya. Belum lagi biaya sosial dan psikologis yang tak ternilai. Bagaimana pun, kita mesti SIAP, melangkah dan menjalankan Kurtilas dengan lapang dada.

Maka, mari kita sambut Kurtilas dengan ungkapan Marhaban Ya Kurtilas. Selanjutnya menjadi tanggung jawab kita, khususnya guru, untuk menjalankan Kurtilas ini dengan baik. Tapi, bagaimana mau menjalankan Kurtilas kalau guru sendiri tidak tahu apa dan bagaimana konsep kurtilas? Kalau harus menunggu pelatihan, kalau harus menunggu kiriman buku datang, duh, kasihan benar siswa. Bukankah di Internet banyak betebaran dokumen-dokumen tentang Kurtilas yang bisa kita sedot (download) untuk dibaca, dipahami dan dilaksanakan. Hem, mungkin hasilnya memang tidak akan maksimal. Tapi setidaknya itulah konsekuensi kita yang telah mengatakan Marhaban Ya Kurtilas.