Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lain-lain. Tampilkan semua postingan

Email dan Honor Cerpen, Puisi, Esai di Media Masa Cetak dan Online

Beberapa abad yang lalu, duh rasanya lama sekali, saya pernah membuat tulisan serupa. Seiring waktu, perubahan tentu saja terjadi, baik itu alamat email, jumlah honor, atau ketersediaan rubrik. Maka, pada postingan kali ini, saya tergerak (Allahlah yang sesungguhnya menggerakkan), saya untuk membuat postigan baru. Untuk postingan lama tetap ada, dan akan saya alihkan link ke postingan ini.

Biar tambah semangat, yuk tonton video ini dulu:




Email dan Honor Cerpen, Puisi, Esai, dan Resensi di Media Masa dan Online

Berikut adalah daftar email dan honor tulisan untuk rubrik cerpen, puisi, esai, dan resensi di media masa online maupun cetak.


ANALISA cerpen / esai Rp 150.000, puisi Rp 25.000 /puisi

BANJARMASIN POST, cerpen Rp.100.000.

BANGKA POS. honornya 100.000 (Susah nagihnya)

BASA-BASI.CO (gerobaknaskah@basabasi.co) cerpen Rp300.000; puisi Rp250.000; esai Rp300.000; rehal buku (resensi) Rp200.000; dan hibernasi (artikel ringan) Rp100.000.

FAJAR MAKASSAR (budayafajar@gmail.com ) Cerpen Rp. 150.000, Puisi Rp 75.000

HALUAN (budayahaluan@gmail.com) Cerpen 100 ribu. Puisi 75.000

HARIAN RAKYAT SULTRA KENDARI, (bastra.kbsultra@gmail.com) puisi Rp 250.000, cerpen Rp 250.000.

INILAH KORAN. Honor 150.000, (inilahkoran@inilah.com atau redaksijabar@inilah.com)

JAWA POS cerpen Rp. 925.000. puisi Rp 725.000. Resensi Rp. 679.000. Honor cerpen: Rp. 873.000. (ariemetro@yahoo.com)

JURNAS cerpen 400.000

KEDAULATAN RAKYAT (jayadikastari@yahoo.com) cerpen Rp 300.000

KOMPAS cerpen 1.400.000. puisi 550.000 (opini@kompas.com)

KORAN MERAPI cerpen 100.000. Puisi 75.000,-

LAMPUNG POS cerpen RP. 250.000. puisi 250.000, esai 250.000

MAJALAH ESQUIRE cerpen panjang naskahnya 14.000 karakter dibayar 825.000-an, yang panjangnya 10.000 karakter dibayar 775.000 (informasi dari Guntur Alam)

MAJALAH FEMINA Cerpen 975.000 (informasi dari Guntur Alam)

MAJALAH KARTINI cerpen Rp 350.000

MAJALAH NOVA. Cerpen Rp. 388.000 (setelah potong pajak/pakai NPWP cuma selisih 2 ribu)

MAJALAH CEMPAKA cerpen 150.000 potong pajak jd 145.500

MAJALAH HAI Rp300.000,- (cair setelah satu bulan);

MEDIA INDONESIA Cerpen 705.000 (setelah dipotong pajak). Puisi full 1 penyair 625.000 (saya alami sendiri), 2 penyair : 250-300.000,- Bidasan Bahasa 470.000.(cerpenmi@mediaindonesia.com dan puisi@mediaindonesia.com cc PuisiMedia@yahoo.com)

MERAPI PEMBARUAN Rp100.000,- (budaya.merapi@yahoo.co.id).

MEDAN BISNIS 2011-2012, Rp 45.000 per/edisi.

MINGGU PAGI Rp150.000,- pusi Rp 70.000, esai Rp 75.000.

RADAR BOJONEGORO (kenalyan@yahoo.co.id)

RADAR BROMO (ruangpublik_radarbromo@yahoo.com) cerpen Rp 100.000

RADAR MALANG cerpen Rp 150.000

RADAR SURABAYA puisi 52.000, cerpen 200.000. (radarsurabaya@yahoo.com atau diptareza@yahoo.co.id)

REPUBLIKA , cerpen 371.000. (sekretariat@republika.co.id)

RIAU POS Cerpen & Puisi: 150.000- Esai: 100.000/150.000 Resensi: 100.000-/150.000-

SERAMBI INDONESIA cerpen Rp 100.000, puisi Rp 50.000

SINGGALANG cerpen 150.000, esai 50.000, resensi 25.000. (a2rizal@yahoo.co.id)

SOLOPOS (redaksi@solopos.com) puisi 100.000, cerpen 300.000, cerita anak Rp 100.000

SUARA MUHAMMADIAH Cerpen 100.000(konfirmasi honor bisa via email)

SUARA MERDEKA cerpen 300.000. puisi 150.000 kalau dua orang. 200.000 kalau satu orang.

SUARA NTB. Cerpen Rp 100.000, Opini Rp 100.000 dan Puisi Rp 25.000.

TEMPO ( sastra@tempo.co.id ) cerpen 750-.000. puisi 600.000

THE JAKARTA POST cerpen Rp 950.000

TRIBUN JABAR cerpen saat ini Rp 300.000,-

TRIBUN JOGJA opini Rp 250.000

PADANG EKSPRES cerpen 150.000-200.000. puisi 125.000. (cerpen_puisi@yahoo.com)

PALITO.ID cerpen dan puisi. Belum ada honorium cerpen, puisi, opini. (palitoredaksi@gmail.com)

PIKIRAN RAKYAT 300.000 puisi 200.000. dibayar 50.000-/Puisi. 3 puisi: Rp. 145.000,- (khasanah@pikiran-rakyat)

Update tersebut berdasarkan informasi yang dikumpulkan akun @alizartanjung di grup Sastra Minggu (Februari 2017). Kalau kemudian ada yang berubah, saya kira tidak banyak, hanya satu dua saja. Dan mohon jika anda mengetahui adanya informasi yang salah atau sudah berubah, kabarkan kepada kami melalui kolom komentar. Demikian Email dan Honor Cerpen, Puisi, Esai di Media Masa dan Online. Semoga berguna

Kumpulan Surat Cinta Anak SD Untuk Guru Bikin Merinding

Contoh Surat Untuk Guru- Anak-anak selalu ajaib. Kadang-kadang saya, juga mungkin anda, pernah dibuat jengkel mendengar mereka mengoceh ngawur, bertingkah mirip anak-anak kangguru, atau hal-hal kecil lain yang menjengkelkan. Tetapi saya, dan tentu juga anda, percaya, mereka adalah anak-anak. Dunia mereka adalah dunia anak-anak. Anak-anak yang belum sempurna memahami baik dan benar, etika dan sopan santun. Lalu kita menyesal karena sudah menjengkeli mereka. 
Kalau kemudian mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak kita sukai, bukan berarti mereka adalah orang jahat. Bukan. Demikian ditegaskan oleh teman saya, Abdul Qadir Al-Amin, seorang seniman yang juga guru di sebuah SD di Magelang.
surat untuk guru
Amin, pemilik Akun FB Yang Merindukan Tuhan menandai saya dan beberapa teman dalam status Facebooknya, suatu ketika. (sumber status)

[ Hanya ingin berbagi sama temen-temen Revolusiener Pendidikan.
Saya mencintai murid-murid saya. Saya ingin sekali memperlihatkan ini pada mereka yang hanya memandang bahwa murid-murid saya nakal dan tertinggal. Ah, Sudah pantaskah mereka menyandang gelar sebagai penjahat (nakal) dan tertinggal? ]

Hari ini, saya meminta murid-muridku untuk menulis surat kepada siapa saja, kepada orang yang disayangi. Saya sempat menyampaikan bahwa isi surat bebas, boleh cerita apa saja, atau sesuatu yang sangat rahasia, yang sebenarnya ingin disampaikan tapi tidak berani atau tidak tahu cara mengatakannya. Tuliskan saja di dalam surat!
Padahal aq dah bilang temanya ceria, lah, kok malah aq jadi sedih membacanya.....

Bagi saya, surat-surat yang ditulis siswa teman saya itu sungguh menakjubkan. Dan karenanya saya meminta ijin kepadanya untuk mengabadikan statusnya dalam blog ini. 

Surat-surat Cinta Anak SD yang Polos dan Bikin Merinding 

Surat 1
Kepada Nenek.
Nenek, aku mau cerita pada nenek, karena aku sayang nenek.
Nenek dimana? Nek, pulang ya...

Surat 2
Kepada Kakek.
Kek, aku pengen ketemu nenek, tapi nenek sudah meninggal.
Karena ia sangat senang sama aku.

Surat 3
Kepada Ayah dan Ibu
Ibu, aku rindu dengan engkau.
Ayah, aku ingin menjadi keluarga. Kenapa ibu tidak pulang? Apa aku membuat kesalahan? Maafin aku kalau membuat salah. Aku rindu denganmu. Maafin ayah kalau membuat salah.
1 Love U Ibu. Ibu tercinta, jangan marah kepadaku. Aku mohon, pulang!

Surat 4
Kepada Ibu
Ibu, kenapa ibu tidak memberikan baju kepada saya, malah memberikan baju kepada orang lain? Malah yang diberikan kepada orang lain malah yang bagus.
Kenapa anak yang pertama tidak diberikan baju yang bagus kalau yang kedua malah diberikan baju yang bagus, kenapa, Bu? Kenapa baju yang diberikan kepada anak pertama tidak bagus?
Terimakasih.

Surat 5
Kepada Keluarga
Aku membuat kesalahan, aku sudah memecahkan piring. Bu, aku minta maaf. Aku sudah mencurigakanmu. Maafkan aku membuat kesalahan.

Surat 6
# Kepada Ayah
Ayah, Bunga (Nama siswi=disamarkan) kangen sama Ayah
Bunga pengen ketemu sama Ayah. Ayah tolong pulang. Pulanglah, Yah. Maafin nenek karena ayah enggak boleh pulang ke rumah Bunga.

Surat untuk Guru

## Kepada Pak Amin
Pak, maafin Bunga, Bunga selalu bikin pak amin marah. Pak, Bunga sayang sama pak Amin

Surat 7
Kepada Ibu
Ibu, aku ingin bertemu Ibu
Aku pasti akan pulang. Aku minta mondok karena aku mencari ilmu.

Surat 8
# Kepada Ibu/Ayah.
Assalamualaikum.
Ibu, Ayah, maafin aku ya! Maafin aku yang sebesar-besarnya karena aku sudah bersalah kepadamu, Ayah, Ibu/berdosa kepadamu. Tolong maafin aku, ya. Tolong banget.
## Kepada MAWAR (Nama disamarkan)
Mawar, maafin Bunga (Nama siswi= disamarkan)
Maafin dosa-dosa Bunga ya!
Maafin Bunga kalau Bunga berbuat salah kepadamu.
Kalau Bunga berbuat salah kepadamu, Mawar; Bunga akan menerima balasannya.

Surat 9
Kepada ..... (tidak disebutkan)
Saya ingin membahagiakan orang tua saya, tapi saya nggak bisa.
Saya berusaha untuk belajar, akhirnya saya bisa. Orang tua saya bahagia.

Surat 10
Kepada Ibunda tersayang
Maafin jika Surya (Nama disamarkan) nakal.
Sebenarnya Surya sayang sama Ibu. Surya sangat sayang dan berterimakasih karena sudah merawat dan menjaga dan mengurus Surya.
Terimakasih Ibu. Surya, sayang Ibu.
Surat 11
Kepada Ibu
Ibuku, maafkan aku karena aku sudah bersalah kepada ibu. Aku jadi takut sama Ibu. Maaf.
Surat 12
Kepada Ibu.
Ibu itu ibuku. Dan sebagai anak harus menghormati kepada orang tua.
Surat 13
Kepada MAWAR (Nama disamarkan)
Mbak Mawar sekarang ada dimana?
Bunga (nama siswa=disamarkan) pengen ketemu sama mbak Mawar, karena Bunga kangen sama mbak Mawar.
Aku ingin seperti kakak, karena kakaku jadi perawat di rumah sakit.

Surat 14
Kepada Pak Amin
Pak Amin, sebenarnya saya ingin mengucapkan kalau saya sudah mengacaukan rencana pak Amin. Saya minta maaf ya pak Amin. Saya menyebalkan karena saya sudah mengacaukan rencana pak Amin. Saya tidak akan mengulanginya lagi.
Surat 15
Kepada Mas Surya (Nama disamarkan) tercinta
Mas Surya, kapan mas Surya pulang dari China? Saya tidak sabar menanti kepulangan mas Surya dari China. Sebenarnya Bunga (Nama siswi disamarkan) pengen mengatakan sesuatu. Bunga pengen menerima kabar dari mas Surya tapi tidak berani menerimanya, Bunga pun tidak pernah melihat wajah mas Surya, makanya Bunga takut menerimanya karena Bunga tidak pernah keluar rumah.

Surat 16
Kepada Ibu
Ibu, itu temanku nakal sama aku.
Aku takut nanti aku dinakali lagi. Aku nggak mau sekolah lagi.

Surat 17
Kepada Teman (di Sekolah sebelumnya)
Mawar (Nama yang dituju=disamarkan), maafin aku karena sudah ninggalkan kamu. Apakah kamu sedih atau ceria karena kamu selalu nakali aku. Kelak kamu minta maaf, aku sudah maafin kamu kok. Jangan sedih ya...

Surat 18
Kepada semua orang
Saya tidak berani berbicara keras
Saya tidak berani berbohong
Saya tidak berani membantah orang
Saya akan membantu orang
Saya suka kepada orang

Surat 19
Kepada Kakak.
Saya kangen kepada Kakak.
Aku selalu menghawatirkan Kakak. Saya kangen sekali. Aku senang melihatmu, Kakak.

Surat 20
Kepada Pak Amin
Pak Amin, saya malu sama pak Amin karena aku suka meminjam spidol. Pak Amin jangan marah ya...

Contoh Surat Untuk Guru

Surat 21
Kepada Pak Amin
Saya minta besok Esbeka-nya pakek cet air dan dikelompokkan menjadi lima kelompok dan gambarnya.

Surat 22
Kepada Ibu
Ibu, engkau Pangeranku dan engkau yang membesarkanku. Aku sayang padamu

Surat 23
Kepada Ibu
Ibu, engkau yang mangkanku , engkau yang melahirkanku, sungguh mulya. Hatiku, ibu, engkau yang mendewasakanku. Ibu, tawa dan senyum sungguh mulya. Hatiku selalu menghias bibirmu.

Surat 24
Kepada Ibu
Ibu, engkau yang menglahirkanku. Engkau yang membesarkanku. Senyum indah menghias bibirmu. Sungguh besar jiwamu.
Engkau berharga bagiku. Engkau bagai jiwaku. Aku sungguh sayang padamu. Engkau bagai bidadari di hidupku.

Surat 25
Kepada Orang Tua
Orang tua sangat baik karena juga banyak adik. Orang tua juga senang punya anak., dan orang tua sangat baik kepada anaknya. Dan orang tua baik kepada adik. Orang tua baik kepada temannya. Orang tua juga sangat baik kepada teman sekolah. Orang tua sangat baik karena udah tua. Dan sangat cantik. Aku juga sangat senang karena Allah saw (maksude SWT). Orang trua juga sangat baik kepada Allah saw (SWT).

baca juga: Blog Guru dan Blog Bukan Guru
-------------
Bagaimana? Apa yang anda rasakan setelah membaca surat-surat untuk guru dan orang yang dicintai itu? Tolong, ceritakan kepada saya!

Sebentar lagi hari guru tiba. Kapan hari guru? hari guru nasional diperingati setiap tanggal 25 November. Dipilihnya hari tersebut karena pada tanggal yang sama di tahun 1945 Persatuan Guru Indonesia menggelar kongres yang pertama pasca kemerdekaan. PGI kemudian berganti nama menjadi PGRI, organisasi guru pertama setelah Indonesia merdeka.

Di beberapa negara, hari guru dijadikan sebagai hari libur nasional. sementara di Indonesia hari guru ya biasanya diperingati dengan upacara. Tapi ada yang berbeda pada peringatan hari guru nasional 2015. Di bawah pimpinan Anies Baswedan sudah mulai digerakkan gerakan terimakasih guru. Pada hari guru, semua orang dianjurkan untuk mendatangi guru-guru SD mereka, mencium tangan, memeri hadiah, dan mengucap syukur (terima kasih).

Menyelami Pesantren: Elemen-elemen dan Ciri Khas Pesanren

ciri khas pesantren
Tradisi Pesanren - Salah satu dosen saya dan sekaligus mantan Rektor Universitas Sains Al-Qur'an Wonosobo adalah Zamakhsyari Dhofier. Beliau sudah sepuh, tetapi dedikasi beliau dalam memajukan pendidikan, khususnya pendidikan Islam, tak pernah padam. Ada salah satu karya beliau yang sangat terkenal dan menjadi buku babon dalam studi kepesantrenan, yakni Tradisi Pesantren: Studi Pandangan Hidup Kyai dan Visinya Mengenai Masa Depan Indonesia. Buku setebal 307 halaman itu pertama kali diterbitkan tahun 1978 dan terus dicetak ulang hingga sekarang.

Penjelasan dan pemikiran Pak Zam (demikian beliau sering disapa) tentang pesantren memang begitu mendalam dan langka. Membaca buku Tradisi Pesantren, bagi saya ibarat menemukan oase yang mengobati dahaga.

Pada postingan kali ini saya bermaksud untuk membuat ringkasan buku tradisi pesantren. Namun tidak semuanya saya ringkas, hanya pada bab 4 yang berisi tentang Elemen-elemen Pesantren. Semoga ringasan ini dapat memberikan suntikan bagi kita untuk menyelami pesantren lebih dalam lagi.

*****

Ringkasan Buku Tradisi Pesantren


Pesantren-pesantren di Indonesia memiliki ciri khas yang melekat dan tidak bisa dipisahkan. Paling tidak ada lima elemen dasar dari sebuah pesantren, yakni pondok, masjid, santri, pengajian kitab klasik, dan kyai. Berikut adalah penjabarannya:

Pondok

Pondok berasal dari bahasa arab, yakni funduk, yang artinya penginapan. Secara istilah pondok adalah asrama di mana para siswa yang menempuh pendidikan di sebuah pesantren tinggal. Bangunan pondok biasanya tidak berjauahan dengan masjid dan rumah kyai, dan biasanya dikelilingi pembatas atau tembok yang memagarinya.

Adapun pembangunan pondok di masa sekarang tidak hanya diusahakan oleh kyai, melainkan merupakan hasil kerja sama dengan masyarakat. Banyak pula pondok pesantren yang statusnya adalah wakaf. Meski begitu, para kyai memiliki status yang mutlak untuk memimpin mengembangkan pesantrennya.

Ada dua alasan utama dalam hal perubahan sistem pemilikian pesantren ini. pertama, dahulu pesantren tidak memerlukan pembiayaan yang besar. Kedua, baik kyainya, mapun tenaga pendidik yang membantunya, merupakan bagian dari kelompok orang-orang yang mampu di pedesaan, sehingga mampu membiayai penyelenggaraan kehidupan pesantren.

Pembangunan pesantren juga sangat ditunjang oleh peran kyai. Perlu diingat bahwa kyai adalah orang yang memiliki prestise soasial yang amat tinggi, yang dengan itu kyai dapat dengan mudah memperoleh bantuan/kebutuhan materi yang diperlukan. Meski demikian, kyai tetap dapat hidup sederhana di tengah materi yang mengelilinginya.

Kembali ke pondok. Bahwa pondok merupakan ciri khas pesantren yang membedakan dengan sistem pendidikan tradisional di masjid-masjid yang pernah berkembang di kebanyakan wilayah Islam di negera-negara lain. Di Afganistan misalnya, para murid dan guru yang belum menikah tinggal di masjid. pada sisi masjid yang biasanya dibuat satu atau dua kamar yang disebut hujrah untuk tempat tinggal mereka. Ada pula yang tinggal di langgar-langgar di sekitar masjid, di mana mereka diberi tugas untuk menjadi imam shalat wajib. Penduduk setempat menanggung biaya makan, juga ditariki sedekah saat musim panen tiba.

Besar dan kecilnya pondok itu sendiri tergantung jumlah santrinya. Bangunan pondok itu sendiri seringkali ditanggung oleh santri-santrinya. Dahulu, pada tahun 1978, di Pondok pesantren Blok Agung Banyuwangi para santri ditarik uang pembayaran sebesar Rp. 6000 per tahun. Itu jumlah yang besar pada waktu itu. Selain itu, para santri juga diwajibkan menyediakan sepotong kayu banunan, satu meter kubik pasir, dan membuat batu bata sejumlah 200 dalam setahun. Bayangkan jika ada 1000 orang santri, maka material-material bangunan akan sangat melimpah.

Beda lagi dengan di pesantren Tebuireng Jombang, dimana santri kenai potongan 5% dari kiriman weselnya dan diwajibkan membayar Rp. 600 per bulan. Begitulah, dengan sistem itu maka santri yang kaya akan memberikan sumbangan lebih banyak ketimbang santri miskin.

Ada tiga alasan kenapa pesanteren harus menyedikan asrama bagi santri-santrinya:

1.       Banyak santri yang datang dari tempat jauh sehingga mesti menetap di dekat kediaman kyai.
2.       Hampir semua pesantren terletak di desa-desa, yang tidak ada penginapan atau kos-kosan. Dengan demikian perlu adanya asrama khusus.
3.       Timbal balik santri dan kyai. Santri menganggap kyai sebagai Bapak, dan Kyai menganggap santri sebagai anak yang senantiasa harus dilindungi.

Di negara-negara Muslim yang lain, para ulama kebanyakan merupakan penduduk kota sehingga para murid yang datang dari jauh akan menyewa tempat tinggal di sekitar rumah gurunya. Sementara pengajaran sendiri terjadi di masjid-masjid.

Memang, tinggal di pondok pesantren tidak senyaman tinggal di penginapan atau hotel. Di Tebuireng misalnya, para santri harus puas tinggal bersama dengan sepuluh sampai limabelas santri dalam satu kamar sempit. Sehingga banyak santri yang memutuskan tidur di Masjid. Setiap malam, di Tebuireng ditemukan sekitar 200 santri yang menginap di masjid. Dan yang menarik, Pesantren sendiri tidak menyedikan tempat khusus bagi santri-santri senior yang biasanya merangkap sebagai ustad.

Demikianlah. dengan serba keterbatasannya pondok menjadi elemen penting bagi pesantren. Anak-anak muda yang datang dari jauh tidak akan kebingunan untuk mencari tempat tinggal, karena pihak pesantren akan langsung memberikannya kamar. Berbeda dengan pendatang baru yang datang ke kota.

Masjid

Kedudukan masjid sebagai satu elemen pesantren merupakan manifestasi universalisme dari sistem pendidikan Islam tradisional. Sejak zaman Nabi, Masjid telah menjadi pusat pendidikan Islam. Di mana pun kaum Muslim berada, mereka selalu menggunakan Masjid sebagai tempat pertemuan, pusat pendidikan, aktivitas administrasi dan kultural. Hal ini telah berlangsung selama 13 abad.

Pada zaman sekarang pun, kita masih menemui para ulama yang menjadikan masjid seabgai tempat mengajar, meski mulai jarang. Di sinilah lembaga pesantren terus memelihara tradisi ini, menggunakan masjid sebagai tempat yang paling tepat untuk menanamkan disiplin para murid dalam mengerjakan kewajiban sembayang lima waktu, pengajian, dan kewajiban agama lainnya.

Seorang kyai yang mengembangkan sebuah pesantren biasanya yang pertama-tama dibangun adalah masjid di dekat rumahnya. Langkah ini diambil apabila seorang kyai dianggap oleh gurunya telah mumpuni untuk memimpin sebauh pesantren.

Pengajian Kitab Islam Klasik

Pengajaran kitab Islam klasik, kitab karangan-karangan ulama syafi’iyah, merupakan satu-satnya pengajaran formal di pesantren. Tujuannya tidak lain adalah mendidik para calon-calon ulama, kecuali bagi para santri yang tinggal hanya satu atau dua tahun. kalau santri tinggal dalam waktu yang pendek, atau santri sementara yang tinggal hanya pada bulan ramadhan, pengajaran kitab-kitab klasik dapat memberikan pendalaman perasaan keagamaan

Santri yang bercita-cita menjadi ulama sudah mulai mengembangkan kemampuannya dalam bahasa Arab sejak berada di kampungnya, ketika belajar dengan guru ngajinya. Lalu dengan arahan gurunya, dia akan dibimbing untuk meneruskan pelajaran di pesantren yang dirasa cocok oleh gurunya.

Perlu diingat, pesantren tidak bisa disamakana dengan sekolah pengajaran pembacaan al-Qur’an. Karena kebanyakan santri belajar al-Qur’an sudah sejak dari desanya masing-masing, meski ada pula pesantren yang tetap mengajarkan hal tersebut. Namun, banyak pula pesantren bahkan menjadikan pembacaan al-Qur’an sebagai syarat untuk bisa diterima sebagai santri.

Kitab-kitab klasik yang diajarkan di pesantren setidaknya dapat digolongkan menjadi 8 kelompok jenis pengetahuan. 1. Nahwu dan shorof; 2. Fiqh; 3. Usul fiqh; 4. Hadist; 5. Tafsir; 6. Tauhid;7. Tasawud dan etika, dan;8. Cabang-cabang lain seperti tarikh dan balaghah. Kesemuanya itu dapat dikategorikan menjadi kitab dasar, kitab menengah dan kitab tingkat tinggi.

Kitab yang diajarkan di pesantren di seluruh Indonesia pada umumnya sama demikian pula sistem pengajarannya, yakni soroga dan bandongan. Kesamaan ini menyebabkan homogenitas pandangan hidup, kultural dan praktik-praktik keagamaan di kalangan kyai dan santri di seluruh Nusantara.

Meski sitem pengajrannya sangat tradisional, tetapi jangan dikira bahwa Kyai hanya menerjemahkan kitab-kitab Islam dalam bahasa Jawa. Kyai tidak hanya membicarakan bentuk (form), tetapi juga membahas isi (content) ajaran yang tertuang dalam kitab-kitab tersebut. Dalam arti lain, kyai juga memberikan pandangan-pandangan (interpretasi) pribadi baik mengenai isi maupun bahasa pada teks. Maka dari itu kyai dituntut menguasai tata bahsa arab dan cabang-cabang pengetahuan agama Islam yang lain.

Santri

Menurut pengertian yang dipakai dalam lingkungan orang-orang pesantren, seorang alim baru disebut kyai manakala memiliki pesantren dan santri yang tinggal untuk mempelajari kitab-kitab klasik. Maka, santri merupakan elemen yang penting dari sebuah pesantren. Santri sendiri ada dua macam, yakni santri mukim dan santri kalong.

Santri mukim adalah santri yang menetap di asrama, yang biasanya datang dari jauh. Termasuk bagian dari santri mukim adalah putra-putra kyai yang belajar di luar pondok keluarganya. Santri kalong adalah santri yang tidak tinggal di asrama tetapi turut mengikuti pendidikan yang berjalan di pesantren. Biasanya santri kalong berasal dari sekitar pesantren.

Ada beberapa alasan santri memilih menetap di pesantren:

1.       Ia ingin mempelajari kitab-kitab secara lebih mendalam di bawah bimbingan kyai.

2.       Ia ingin memperoleh pengalaman kehidupan pesantren, baik dalam bidang pengajaran, keorganisasian mapun hubungan dengan pesantren-pesantren terkenal.

3.       Ia ingin memusatkan studinya di pesantren tanpa disibukkan kewaiban sehari-hari di rumah keluarganya.

Di masa silam, seorang santri yang menetap di pesantren jauh dan masyhur merupakan satu keistimewaan. Ia diharapkan menjadi seorang alim dan memimpi masyarakat. Itulah sebabnya hanya calon yang punya kesungguhan yang kemudian diberikan kesempatan untuk menimba ilmu di pesantren yang mashyur dan jauh. Dan seorang calon santri meski menunjukkan ambisinya di depan guru ngajinya di kampung.

Perlu diingat, bahwa biaya pesantren dulu mahal, hingga biasanya tidak ditanggung oleh orangtuanya sendiri, tetapi juga ditopang oleh saudara-saudaranya yang lain. Kiai Harus, misalnya, dulu tiap bulan menerima kiriman sebanyak 35 gulden, yang pada tahun 1920 jumlah itu sangatlah besar. Maka, hanya keluarga kaya yang dulu dapat mengenyang pendidikan di pesantren yang mashur dan jauh. Pada tahun 1930, di Pati, seorang santri yang akan berangkat ke pesantren dilepas dengan sebuah upacara yang meriah yang diharidi oleh hampir seluruh penduduk kampung.

Pesantren kecil pada dasarnya menyediakan pendidikan yang murah, tanpa harus membayar uang pondok, dan mereka kemudian diberi tanggung jawab untuk membantu mengerjakan sawah dan kebun penduduk. Tetapi, memang, mayoritas santri pada zaman dulu berasal dari golongan kaya, karena keluarga miskin harus membantu orang tuanya bekerja di sawah. Namun demikian pengelompokkan santri dan abangan tidaklah tepat dengan berpatokan bahwa kaum santri adalah orang kaya dan kaum abangan adalah orang miskin, sebab tidak semua keluarga mampu mengirimkan anak-anaknya ke pesantren.

Santri sendiri bukan hanya dari kaum adam. Sejak tahun 1910-an para kyai sudah menyediakan komplek pesantren untuk murid-murid wanita. Ini membuktikan bahwa kesadaran para kyai dan kaum wanita Muslimin tentang perlunya pendidikan bai kaum wanita Islam. Bahkan, jumlah santriwati biasanya lebih besar dari jumlah santri putra, rata-rata sekitar 60 persen. Sebagaimana santri putra, santriwati berasal dari daerah-daerah yang jauh. Banyaknya santri-santri putri ini bisa jadi disebabkan oleh para orang tua yang ingin melestarikan budaya santri. Mereka mengirim anak-anak perempuan mereka ke pesantren agar memiiki ikatan yang kuat dengan budaya pesantren.

Kyai

Kyai merupakan elemen paling esensial dari sistem lembaga pendidikan pesantren. Tubuh kembangnya pesantren sangat ditentukan oleh kyai, baik kepriadian maupun keilmuwannya.

Perkataan Kyai sendiri dipakai untuk tiga jenis gelar yang salng berbeda:

1.       Sebagai gelar bagi barang-barang keramat; misal, Kyai Garuda Kencana, kereta emas di keraton Yogyakarta.
2.       Gelar kehormatan untuk orang-orang tua pada umumnya.
3.       Gelar untuk anggota masyarakat kepada seorang ahli agama Islam ang memimpin pesantren.

Meski begitu, zaman sekarang, banyak juga kyai yang tidak memiliki pesantren. Gelar kyai menunjuk para ulama dari kelompok Islam tradisional atau ulama yang memiliki pengaruh di masyarakat juga digelari kyai.

Kyai merupakan sumber mutlak kekuasaan dan kewenangan (power and authority) dalam lingkungan kehidupan di pesantren. Tidak ada santri atau orang lain yang bisa melawan kekuasaan kyai, kecuali kyai yang lebih besar. Kyai juga dianggap memiliki suatu posisi atau kedudukan yang menonjol baik tingkat lokal mapun nasional. Dengan demikian ia punya engaruh yang kuat dalam kehidupan sosial dan politik, dan bukan hanya kehidupan keagamaan.

Kedudukan tersebut telah melekat pada diri kyai sejak Islam masuk ke Indonesia. Di bawah pemerintah kolonial belanda, para sultan lebih menaruh perhatiannya pada masalah-masalah politik kasultanan, dan membiarkan masalah-masalah Islam ditangani oleh Kyai. Hal tersebut, secara tidak langsung, mengakibatkan terjadinya pemisahan antara kekuaaan politik dan agama.

Para kyai yang memimpin pesantren besar telah berhasil memperluas pengaruh meraeka di seluruh wilayah negara, dan sebagai hasilnya mereka diterima menjadi bagian dari elit nasional. Bahkan, sejak Indonesia merdeka, banyak kyai yang diangkat menjadi menteri, anggota parlemen, duta besar dan pejabat-pejabat tingkat pemerintah.

Antar pesantren besar dan pesantren kecil saling bergabntung dan saling membutuhkan. Sebagai “pesantren teladan” pesantren besar memproduksi para kyai yang memimpin pesantren-pesantren kecil, dan pesantren-pesantren kecil menyediakan santri-santri yang ingin meneruskan belajarnya di pesantren-pesantren besar.

Kyai yang memimpin pesantren menengah merupakan bagian dari elit tingkat propinsi; kyai kecil bagian dari elit kabupaten.

Memiliki banyak santri tidak hanya menambah pengaruh dan status kepemimpinan kyai; tetapi juga dapat menambah kekayaan. Sokongan diterima tahunan oleh para kyai, yang meskipun tidak banyak, tetapi karena diterima nyaris serentak sehingga jumlahnya cukup besar.

Fenomena tersebut erat hubungannya dengan anggapan para kyai bahwa suatu pesantren pada dasarnya sama dengan sebuah kerajaan kecil di mana kyai adalah rajanya. Raja dianggap sebagai pancaran mikrokosmos, atau negara. Dan dalam pikiran orang Indonesia kosmos dibagi menjadi dua, yaitu, mikrokosmos (dunia manusia, dunai nyata), dan makrokosmos (alam gaib). Nah, rja dianggap sebagai penghubung antara kedua bentuk kosmos tersebut.

Sejak Islam menjadi agama resmi orang Indonesia, para penguasa harus berkompetisi dengan para kyai dalam bentuk hirarki kekuasaan yang sangat rumit, sebab para kyai telah memperoleh pengaruh politik yang sangat menentukan.

Untuk menjadi seorang kyai, seorang calon harus melalui jalan yang bertahap. Biasanya kyai adalah putra kyai. Setelah belajar lama diberbagai pesantren ia kemudian dibimbing untuk mendirikan pesantren sendri. Kyai pembimbing turut serta memberikan dukungan dengan memberikan keistimewaan berupakan pendidikan khusus di akhir-akhir pendidikannya di pesantren, termasuk juga mencarikan jodoh (yang biasanya dari putri orang kaya).

K.H Hasyim Ashari misalnya, telah mencetak banyak kyai, di antaranya Kyai Manaf Abdul Karim, pendiri Pesantren Lirboyo, Kediri; KH Jazuli, penndiri Pesantren Ploso Kediri, dan Kyai Zuber, pendiri Pesantren Reksosari di Salatiga. Menjelang pendidikan akhir mereka, mereka ditunjuk sebagai guru senior dan anggota kelompok musyawarah yang juga diberi tanggung jawab untuk menempatkan santri baru, menemui orang tua santri. Setelah Kyai Hasyim menganggap mereka sudah matang untuk memimpin pesantren, maka mereka dinikahkan dengan gadis-gadis desa. Pada masa awal permulaan mereka menjadi kyai baru, Kyai Hasyim membekali mereka dengan sejumlah murid dan ustad muda Tebuireng, yang merupakan modal pertama bagi mereka untuk mengembangan pesantren.

Begitulah. Masyarakat biasanya mengharapkan seorang kyai dapat menyelesaikan persoalan-persoalan keagamaan praktis. Semakin tinggi kitab-kitab yang diajarkan kyai maka ia akan semakin dikagumi. Kyai juga diharapkan untuk senantiasa rendah hati, menghormati semua orang, banyak prihatin dan penguh pengabdian kepada Tuhan dan tidak berhenti memberikan kepemimpinan keagamaan.

Alamat, Nama Rubrik dan Jumlah Honor Menulis di Media (Terbaru)

Alamat Email Media Masa dalam tulisan ini sudah di up date tanggal 27 April 2013. Untuk UPDATE TERBARU bisa anda lihat di sini

****
Ada banyak kesempatan untuk menulis di media sebagai salah satu ajang aktualisasi dan apresiasi di dunia menulis. Hampir semua media menyediakan rubrik untuk publik. Yang paling umum adalah rubrik opini (bisa dengan nama lain untuk sejumlah media), cerpen, puisi, dan resensi buku.

Bagi seorang penulis "alamat email media masa" dan rubrik-rubrik tersebut sangat dibutuhkan. Pengiriman karya melalui email jauh lebih efisien dibanding dengan menggunakan surat pos. Di internet sebenarnya sudah banyak sekali situs yang menyediakan "alamat media", tetapi dari pengamatan saya, masih banyak email media yang tidak dituliskan (sebagian orang ada yang  merahasiakannya karena takut terasingi). Pada postingan ini, saya ingin berbagi berkaitan dengan alamat-alamat email media beserta nama rubriknya. Selain itu juga menyangkut soal berapa honor yang akan diterima jika tulisan kita dimuat. 

Sebelum itu, yuk kita tonton dulu video ini biar tambah semangat:



Subcribe ya:





Nama media, rubrik, alamat email dan perkiraan jumlah "honor pemuatan artikel" yang tercantum di sini saya tulis berdasarkan sejumlah sumber (salah satunya adalah FB Qadriea Ku Warastra)  dan pengalaman saya sebagai seorang penulis lepas:

Alamat, Nama Rubrik dan Jumlah Honor Menulis di Media (Terbaru)

alamat kirim puisi cerpen opini

Kompas (www.kompas.com)

Kompas termasuk media yang memiliki begitu banyak rubrik untuk masyarakat. Selain opini, ada rubrik lain yang bisa dicoba seperti Teroka dan Teropong. Bedanya, jika rubrik opini muncul setiap hari, rubrik-rubrik lain ada yang tiap satu atau dua minggu. Ada juga rubrik cerpen dan puisi yang muncul setiap hari minggu. Untuk rubrik Cerpen konon sekarang (sampai juli 2011) di asuh oleh Putu Fajar Arcana, sementara untuk rubrik Puisi di asuh oleh Hasif Amini. 
Alamat email: opini@kompas.co.id / kompas@kompas.com / kompas@kompas.co.id. 
"Honor pemuatan artikel" Kompas konon rata-rata di atas satu juta.

Jawa Pos/Indopos (www.jawapos.com)
Ada beberapa rubrik yang bisa dicoba: “opini”, “ruang putih (esai budaya)”, “di balik buku”, “cerpen”, “puisi” dsb..
Alamat email untuk opini: opini@jawapos.co.id. 
Untuk cerpen, puisi, dan ruang putih kirim ke ariemetro@yahoo.com. Untuk resensi kalau tidak keliru kirim ke ttg@jawapos.co.id atau coba dikirim ke ariemetro@yahoo.com danCC ke ari@jawapos.co.id. Dan untuk Rubrik  jawapos For Her, bisa ke alamat ini forher@jawapos.co.id
Resensi buku jangan lupa disertai foto penulis dan cover buku.
Seputar Indonesia (www.seputar-indonesia.com)
Alamat : redaksi@seputar-indonesia.com. Ada Opini (muncul setiap hari). Sayangnya koran ini sudah tidak lagi memunculkan cerpen dan puisi. Hanya tinggal Resensi yang terbit setiap hari Minggu saja). Untuk cerpen kirimkan ke donatus@seputar-indonesia.com /

.
"Honor pemuatan artikel" resensi buku 200 ribu. Honor Opini sekitar 400 ribu.

Lampung Post (www.lampungpost.com):
Untuk Esai Budaya/Sastra dan Puisi: lampostminggu@yahoo.com
Honor pemuatan arikel Opini 200 ribu, Cerpen 200 ribu

Media Indonesia (www.media-indonesia.com):
(Panjang resensi buku maximal 800 kata. Begitu juga dengan Opini. Saat kirim lebih baik semua email dikirimi.
Honor resensi buku dan Opini 400 ribu. Nama Kolom Resensi Buku-nya: Bedah Pustaka)

Ohya, Media Indonesia juga kembali memunculkan rubrik Cerpen dan Budaya yang terbit setiap Minggu. Kirimkan karya anda ke email ini:

Honornya lumayan lho, 700.000 - 1 juta. 

Bisnis Indonesia
(Biasanya tulisan yang nyerempet soal bisnis dan ekonomi. Honor sekitar 300 ribu)

Pikiran Rakyat (www.pikiran-rakyat.com) (Jawa Barat):


Untuk Kolom Opini: opini@pikiran-rakyat.com  
Honor Opini sekitar  300 ribu. 
Honor resensi buku  200 ribu.
Honor Cerpen: 300 ribu
Honor Puisi: 200-300 ribu (tergantung berapa puisi yang dimuat)

Koran Tempo (www.korantempo.com)
Untuk Kolom Opini: koran@tempo.co.id
Untuk Resensi Buku, Esai Sastra dan Puisi kirim ke:
Honor cerpen sekitar 700 ribu, Opini sekitar 600 ribu. Resensi buku honor 400 ribu.

Umail utama: sekretariat@republika.co.id . Email tersebut bisa digunakan untuk kirim opini, cerpen. Tapi khusus untuk cerpen karya anda bisa di CC ke email aliredov@yahoo.com. Republika kadang-kadang memuat cerpen juga. Tapi cuma Kadang-kadang, setahun sekali tidak mesti. Ohya, jangan lagi mengirim cerpen/ puisi ke email ahmadun21@yahoo.com, karena dengar-dengar Pak Ahmadun Yosi Herfanda sudah tidak lagi di Republika. 

Direpublika juga ada rubrik Guru Menulis. Kirimkan ke : akademia.republika@yahoo.com dan cc kan ke email utama. 
Kalau cerpen/opininya dimuat kira-kira honornya Rp.400.000, tepatnya 376.000 setelah di potong pajak. Sementara honor rubrik Guru Menulis sebesar kurang lebih 200ribu. Tetapi sayang, ini koran kadang agak lama mengirimkan honor, lebih dari sebulanlah. Tapi, pasti di kirim. Jika belum di kirim silahkn baca artikel saya Cara Mengambil Honor di Media .

Khusus cerpen, dan puisi bisa langsung di kirim ke alamat redakturnya, Bang Ami Herman: amiherman@yahoo.com
Rublik budaya (puisi, cerpen, catatan budaya) muncul setiap hari sabtu, cek saja web-nya, suara karya biasanya disiplin posting.


Nah, Honor pemuatan arikel untuk Cerpen, Puisi dan Opini adalah 150 ribu. Mungkin sudah naik, entahlah.

Suara Pembaruan (www.suarapembaruan.com):
Semua jenis tulisan dikirim ke email itu. Ada Kolom Opini, Resensi Buku, Puisi dan Cerpen. Honor cerpennya 400 rb, puisi 300 rb, resensi 150 ribu (lumayan gede lho, meski tentu dipotong pajak). Dulu ada email budaya@suarapembaruan.com untuk kirim cerpen dan puisi tetapi sepertinya email tersebut penuh dan tak lagi dipakai. 

(Setiap hari ada Kolom Opini (namanya Gagasan) dan resensi buku (Perada). "Honor pemuatan arikel" 400 ribu untuk Opini, Resensi buku 280 ribu. Kalau mau dimuat, biasanya ditelfon terlebih dahulu.

Suara Merdeka (www.suaramerdeka.com)
Email umum: naskah@suaramerdeka.info dan wacana_nasional@gmail.com (untuk opini nasional) dan wacana_lokal@gmail.com untuk opini isu lokal. Sementara untuk cerpen dan puisi kirim ke: swarasastra@yahoo.com 
Ini koran Jawa Tengah lho, tetapi sangat terbuka bagi semua penulis dari luar Jateng. Bahkan sebagian besar karya khususnya cerpen dan Puisi didominasi oleh penulis luar Jateng. 
Honor cerpen sekitar 400rb, puisi 300 rb, resensi 200 ribu, opini wacana lokal kayaknya juga 200 rb, dan wacana nasional sekitar 400.000.

Di jawa tengah juga ada tabloid yang namanya CEMPAKA MINGGU INI, terbit setiap jum’at. Ada rubrik cerpen, bisa dikirim ke sontrotku@gmail.com. Honornya Rp.150.000. sayang, tabloid ini tidak ada web nya, jadi kalau tulisan kamu dimuat kadang tidak ngerti. Tapi tetap cantumkan nomor rekening, insya Allah honor tetap dikirim kok. Jika tidak, saya punya nomor bagian keuangannya. Boleh minta kok. :)

Kedaulatan Rakyat (www.kr.co.id)
Tiap minggu menampung cerpen, puisi, cerkak, cerita anak, resensi buku. Yang saya jelas tahu adalah email untuk kirim puisi dan cerpen ke kedaulatan Rakyat, yaitu: jayadikastari@yahoo.com. Nah, Honornyanya biasnaya berbeda-beda, kayaknya redakturnya menentukan honornya. Ada penulis kaya Mahwi Air Tawar cerpennya mendapat honor Rp.400.000, saya sendiri pertama kali puisi dimuat di koran ini dihargai Rp.100.000, cerpen pernah dapat honor Rp.250.000. Tapi sekarang sudah naik. Alhamdulillah. 
Kirim cerpen ke KR jangan panjang-panjang, cukup sekitar 5000 karekter saja. Dan biasanya, KR senang dengan cerpen/puisi dengan tema yang aktual.


KR, meskipun punya situs, tapi tak pernah memposting cerpen dan puisinya. Kenapa ya?

Minggu Pagi 



Kantornya di dekat KR, masih satu group. Untuk mengirim cerpen, puisi, essai sastra dan budaya kirim ke redakturnya, Mas Latief Noor Rochmans (semoga tidak salah tulis): we_rock_we_rock@yahoo.co.id . Emailnya aneh ya, dan memang beliaunya senang lagu rock. Hehe...

Honornya Minggu Pagi sudah naik lho. Cerpen: 150.000, puisi (tergantung berapa puisi yang dimuat), kalo satu kolom untuk puisi diisi hanya puisi kita maka honornya sekitar Rp.100.000. Oya, cara koran yang terbit seminggu sekali tiap Jumat ini menghargai tulisan juga sama seperti KR, masing-masing penulis berbeda2 honornya.

Tabloid NOVA
Email Untuk Kirim Cerpen Ke Nova tidak ada perubahan, masih bisa dikirim kirim ke nova@gramedia-majalah.com. Honornya Rp. 400.000.

HALUAN (Padang)
Cerpen dan Puisi kirim ke nasrulazwar@yahoo.com . Kata Esya Tegar Putra, honornya mencapai Rp.200 ribu. Honor Puisinya Rp. 100.000

Padang Ekspress
Cerpen dan puisi kirim ke: yusrizal_kw@yahoo.com (Padang Ekpress Redaktur) dan ke
cerpen_puisi@yahoo.com. Sejak tahun ini (2013) Padang ekspess penaikkan honor cerpen menjadi 125 ribu.) Bagi kawan-kawan yang dimuat teman yang ada di Padang untuk minta bantuan mengambilkan honornya, karena koran ini jarang2 mentransfer honor penulis. Yang jelas, jangan sampai lupa tanggal pemuatannya.Atau bisa minta nomor bagian keuangannya sama Kawan Yetti AKa. Cari saja FB-nya, beliaunya baik kok. Pasti mau bantu. :)

HARIAN SINGGALANG (Padang)
Honor sekitar Rp. 50.000
Lumayanlah buat beli udud.
:)

Majalah Horison


Kirim cerpen ke Majalah Horison bisa lewat horisoncerpen@gmail.com, honornya 300 rb
Kirim puisi ke majalah horison ke: horisonpuisi@gmail.com, honornya tergantung berapa puisi yang dimuat.
Kalau tulisanmu dimuat di HORISON, maka akan dikirim sampel majalahnya, jadi, sertakan alamat jelas. kadang-kadang honor juga dikirim lewat wesel, jadi tidak nyantumin rekening tidak masalah.

Selain media di atas, ada beberapa media yang saya tidak tahu persis jumlah honornya, tapi sepertinya berkisar di angka Rp.200.000,-. Ini dia:



(Radar Tasikmalaya)





(Redaktur Sastra Radar Tasik)





(Jurnal Medan untuk cerpen dan Puisi)



(Redaktur Analisa untuk cerpen dan Puisi)
Jurnal Nasional
Honor 400.000

JURNAL CERPEN INDONESIA
Memuat cerpen dan artikel:
jurnalcerpen@yahoo.com, jurnalcerita@yahoo.com
Honor sekitar 250.000, mungkin sudah naik.
 
Majalah Alia

Majalah Bobo

Harian Surya Surabaya

Majalah Mayara Surabaya
cerpenmajalahmayara@gmail.com (cerpen, jangan lupa lampirkan foto)

Radar Semarang, Esai untuk Kolom UNTUKMU GURUKU setiap hari Minggu, kirim ke:

Majalah Esquere
redaksi@esquire.co.id (Majalah Esquire)
cerpen@esquire.co.id (Cerpen Majalah Esquire)

Majalah Kartini

Majalah Story,
memuat banyak cerpen remaja, kirim ke:


JOGLO SEMAR:


Honor 150.000

SURABAYA POS:

Rubrik Cerpen: 
 redaksi@surabayapost.info, surabaya_news@yahoo.com, zahira@yahoo.com
  Honor 150rb

RADAR SURABAYA:
Rubrik Cerpen:
Honor Rp. 200.000

BERITA PAGI:
Cerpen:

Honor 100rb

alamat email untuk kirim cerpen puisi opini ke koran

 Catatan Tambahan :

1. Untuk Rubrik Opini, secara umum tulisan berkisar 700-850 kata.
2. Tulisan bisa dimuat satu hari setelah kirim, satu minggu, dua minggu atau bahkan dua bulan setelah kirim, umumnya juga tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
3. Selain actual, kenali karakter media dengan sering mengunjungi webnya masing-masing.

Kalau kemudian tulisan kita dimuat, dan honor tak kunjung dikirim, memang tidak ada salahnya kita menghubungi sekretariat atau bagian keuangan media tersebut untuk menagih hak kita. Tapi, yang jelas berkarya ya berkarya.... jangan dipusingkan masalah honor tulisan.

Saya harap anda juga berkenan memberikan tambahan informasi mengenai "alamat email media" dan jumlah "honor pemuatan artikel", karena waktu terus bergulir dan banyak hal yang berubah.

Salam kreatif!


Nb. 

Tentang Cara mencairkan honor tulisan di media anda bisa baca posting berikut:



Ohya, ada blog yang juga mengabarkan informasi lowongan menulis
Silahkan kunjungi saja, semoga bermanfaat. 
Jika ada pertanyaan silahkan sampaikan. tapi mohon baca juga komentar-komentar sebelumnya ya, barangkali pertanyaan yang ingin anda sampaikan sudah ada jawabannya
terimakasih