Tampilkan postingan dengan label perangkat pembelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perangkat pembelajaran. Tampilkan semua postingan

Komponen dan Format RPP K13 Revisi 2017

Format RPP Revisi 2017 – Saya membayangkan, aturan pembuatan RPP yang baku itu tidak ada. Dalam permendikbud, tidak ditegaskan secara rinci bagaimana RPP itu harus dibuat sedemikian rupa sehingga semua RPP itu harus seragam. Permendikbud hanya memberikan garis-garis tentang komponen-komponen RPP, tetapi tidak memberikan keterangan yang lengkap. Kalau saya salah, tolong diluruskan. Dan silakan anda baca tentang aturan pembuatan RPP pada permendikbud terbaru.

Karena permendikbud itu, sebabagaimana dengan kitab peraturan dan undang-undang lain adalah niscaya untuk berbeda, maka lahirlah banyak perbedaan dalam pembuatan RPP. Jadi wajar. Kalau anda seorang pengawas, anda sudah sepatutnya tidak kaku dalam mengoreksi RPP para guru dibawah bimbingan anda. Bisa jadi RPP yang berbeda dibuat oleh tangan-tangan kreatif yang mengeluarkan keringat malam pukul 12.

Memang, beberapa orang sering keliling, apalagi pada masa ajaran baru seperti sekarang, dan lebih sering dari unsur pengawas sekolah untuk memberikan pelatihan atau workshop kepada guru-guru tentang pembuatan RPP. Sehingga RPP di sebuah sekolah mesti diseragamkan. Tapi sebenarnya yang terpenting bukanlah RPPnya, tetapi bagaimana aplikasi RPP tersebut. Maka, sebagus-bagusnya RPP, ia tidak bisa menilai seorang guru secara valid. Ia hanya menjadi acuan, yang kadang-kadang dilupakan begitu saja.

Komponen dan Format RPP K13 Revisi 2017


Daripada ngelantur, saya tunjukkan saja salah satu pemahaman tentang format RPP revisi 2017 berikut:  

Ada komponen-komponen yang mesti ada dalam RPP, meliputi identitas sekolah, mata pelajaran, kelas, alokasi waktu. Lalu bab-bab yang berisi kompetensi inti, Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Kegiatan Pembelajaran, Media Pembelajaran, dan Penilaian, serta lampiran-lampiran.

Secara rinci format RPP Revisi 2017 adalah sebagai berikut:

1.     Identitas Sekolah, mapel, dan alokasi waktu
Misal,
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                                 :  SMA N 1 PANGKALANKERINCI
Mata Pelajaran                                   :  BAHASA INDONESIA
Kelas/Semester                                :  X/2
Materi Pokok                                     :  Struktur dan Unsur Kebahasaan Teks Anekdot
Alokasi Waktu                                   :  120 menit (2 x pertemuan)


A.     Kompetensi Inti (KI)

        Kompetensi inti berisi 4 Kompetensi yang semuanya dimasukkan, jika itu
mata pelajaran agama dan PKN). Tetapi jika bukan mata pelajaran tersebut, cukup dituliskan 2 kompentensi inti, yakni KI 3 dan KI 4. Kalau dipikir-pikir apa maksudnya? Kenapa tidak dimasukkan semuanya?
format rpp k13 revisi 2017


B.      Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

 Khusus untuk mata pelajaran agama dan PKN dituliskan KD 1 dan KD2 beserta indikatornya. Sementara mata pelajaran lain Cuma KD 3 dan KD 4 beserta indikatornya. Contoh: 
format rpp revisi 2017


C.  Tujuan Pembelajaran
  Tujuan pembelajaran
dibuat dalam bentuk deskripsi. Aturan ini kaku benar, seperti skripsi. Kenapa tidak boleh misalnya, dibuat penomoran, kan lebih jelas. Tapi sudahlah. Contoh..
Melalui kegiatan pembelajaran dengan pendekatan pedagoge gendre, saintifik, CLIL dengan model pembelajaran discovery, peserta didik dapat mengidentifikasi struktur teks anekdot, menentukan abstraksi, orentasi, krisis, reaksi dan koda teks anekdot,menyusun teks anekdot dengan bahasa yang baik dan penuh tanggung jawab, displin selama proses pembelajaran dan bersikap jujur, percaya diri serta pantang menyerah.


D.Materi Pembelajaran
    
Materi Pembelajaran disajikan dari materi yang terdapat pada indikator pencapaian kompetensi.   Rincian materi setiap pertemuan dinyatakan dalam Lampiran.
  •          Teks anekdot
  •          Definisi teks anekdot
  •          Struktur teks anekdot
  •          Unsurkebahasaan teks anekdot
  •         Teknik menulis teks anekdot
  •          Langkah-langkah menulis teks anekdot



E.Pendekatan, Metode, dan Model Pembelajaran
       Model yang disarankan adalah model yang didalam langkah-langkah sesuai dengan proses berpikir saintifik. Model tersebut adalah discovery learning, inquri, problem base learning, dan project base learning.
Pendekatan        : Pedagogi Genre,  Saintifik, CILL
Model                      : Discovery
Metode                   : ceramah, diskusi, tanya jawab

F. Media Pembelajaran
 Contoh: 
Media/Alat : Lembar Kerja, Papan Tulis/White Board, LCD, alat Lab
G.  Sumber Pembelajaran
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
·        Buku Siswa Bahasa Indonesia Kelas X  Tahun 2016
·       Buku teks bahasa Indonesia
H.   Kegiatan Pembelajaran
     pada kegiatan pembelajaran sebaiknya tergambar PPK, literasi, 4C, dan HOTS
. Ingat, sebaiknya, jadi sunnah saja hukumnya.
Contoh:

Indikator: …
(indikator yang dirujuk untuk pembelajaran pertemuan pertama) 

1.    Pertemuan Pertama: (2 JP)
a.      Kegiatan Pendahuluan
Contoh:

      (Contoh di atas PPK-nya adalah religius dengan cara berdoa sebelum melaksanakan pembelajaran)
b.      Kegiatan Inti 
     [Kegiatan inti pada pembelajaran ini merupakan langkah-langkah dari model discovery learning, karena diharapkan peserta didik menemukan konsep reaksi oksidasi dan reduksi secara mandiri dan/atau berkelompok. Model ini terdiri dari 6 langkah/sintak, yakni: 1)Stimulation(stimulasi/pemberian rangsangan), 2)Problem statement (pernyataan/ identifikasi masalah), 3) Data collection (pengumpulan data), 4)Data processing (pengolahan data), 5)Verification (pembuktian), 6)Generalization (menarik kesimpulan/generalisasi)].

 
I. Penilaian
Di isi sebagaimana mestinya, Contoh:
Penilaian kurikulum 2013

A.      Penilaian
1.      Penilaian Sikap
a.       Teknik penilaian                           : Observasi : sikap religiius dan sikap sosial
b.       Bentuk penilaian                           : lembar pengamatan
c.        Instrumen penilaian     : jurnal (terlampir)

2.      Pengetahuan
Jenis/Teknik tes    :  tertulis dan lisan
a.  Tertulis
b. Penugasan
c. Instrumen Penilaian (terlampir)

2.     Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian      :  Praktik/Performence
Instrumen Penilaian (terlampir)


Lampiran:
         1.         Materi Pembelajaran Pertemuan 1
                 (materi ini dapat berupa ringkasan materi atau hand out sehingga nanti kalau
                 dikumpulkan bisa menjadi modul)
         2.         Instrumen Penilaian Pertemuan 1
                 (instrumen penilaian ini terdiri dari kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang
                 dilengkapi dengan bentuk/teknik penilaian dan instrumennya serta kisi-kisi dan pedoman
                  penskorannya)
         3.         Materi Pembelajaran Pertemuan 2
         4.         Instrumen Penilaian Pertemuan 2

dan seterusnya tergantung banyak pertemuan.

Sekali lagi, dan mungkin ini tidak terakhir kali saya mengingatkan. Bagi semua guru Indonesia, tidak perlu bingung dalam pembuatan RPP. Kalau kemudian pengawas anda tidak stuju dengan RPP yang anda buat karena menurutnya tidak sesuai, maka anda mungkin bisa memberikan argumen anda, bahwa anda misalnya sudah sesuai dengan permen, tetapi pemahaman anda berbeda dengan pengawas. Itu kalau anda berani. Adapun format revisi 2017 di atas, hanyalah contoh yang sekarang sedang cukup hot di kalangan guru. 

Untuk Contoh lengkap RPP revisi 2017 lengkap bisa anda download melalui tautan berikut:
download juga:

Bahan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK):
1. Penguatan Pendidikan Karakter
2. Konsep dan Pedoman PPK
3. Modul PPK bagi Komite Sekolah
4. Modul PPK bagi Kepala Sekolah
5. Modul PPK bagi Guru
6. Modul PPK bagi Pengawas
7. Panduan Penilaian PPK

Demikian ulasan singkat tentang Komponen dan Format RPP K13 Revisi 2017. semoga membantu.

Contoh Lengkap RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017


RPP Revisi 2017 – Ganti menteri ganti kebijakan? Ganti menteri ganti aturan? Ganti menteri ganti kebijakan? Dikiranya mengganti ini dan itu di dunia pendidikan semudah membalikkan sendok makan. Perubahan memang suatu keniscayaan, tetapi sudah sepatutnya pemimpin memperhatikan banyak faktor, serta akibat dari kebijakannya.

Perubahan kurikulum sudah beberapa kali terjadi, dan sepertinya, yang paling tidak jelas adalah kurikulum 2013. Barangkali konsepnya bagus, tetapi konsep yang masih setengah matang itu kemudian direvisi dan direvisi sehingga membingungkan. Yang terjadi adalah multi tafsir dalam memandang aturan. Belum selesai kita berkutat pada kurikulum revisi 2013 yang baru, sudah muncul edisi revisi, lalu muncul lagi revisi tahun berikutnya, dan berikutnya. Sampai sekarang. Tidak hanya buku yang berubah, tetapi juga aturan-aturan tentang penilaian, dan pembuatan RPP.

Contoh Lengkap RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017

RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017

Tidak apa-apa. Toh pak menteri tidak merasakan bagaimana guru dirundung kebingungan. Tinggal rapat, lalu stempel. Aturan biar bawahan yang menjalankan.

Maka, mau bagaimana lagi, sebagai bawahan, ujung tombak pendidikan, guru mesti segera menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan yang ada. Syukur kalau pengawasnya masih mau menerima apa-apa yang sudah lama, atau bahkan pengawasnya tidak tahu perubahan macam mana lagi yang terjadi.

Tulisan ini hanya akan mengulas perubahan RPP K13 revisi 2017, yang sedang hot (istilah ini nanti juga mesti dimunculkan) dalam RPP. Baiklah, sebelum nanti akan diberikan contoh bagaimana pembatan RPP K13 revisi 2017, perlu disingung dulu tentang apa saja yang berubah.

Poin penting RPP Revisi 2017

rpp revisi 2017

RPP Revisi 2017 mesti memunculkan 4 hal berikut, yakni:

  • PPK, 
  • Literasi, 
  • 4C, dan 
  • HOTS 

Istilah-istilah itu saja banyak yang masih bingung kan? Tak apa. Mari kita kupas satu-satu.

PPK (Penguatan Pendidikan Karakter)

Dalam RPP Revisi 2017 guru mesti Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran, yang meliputi 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas atau 7 Karakter untuk mapel IPS dari 18 Karakter prioritas. Nanti kita lihat di contoh biar lebih enak ya. Tidak usah pusing dulu.

Literasi

RPP mesti mengintegrasikan literasi dan menginsert literasi baik sebelum, ketika dan sesudah pembelajaran dilaksanakan. Apa itu literasi? Bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Tetapi secara luas dan dalam konteks sekolah, literasi diartikan kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Literasi bisa dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy).

4 C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);

empat ketarampilan tersebut dipentingkan ada untuk menghadapi tantangan era digital. Pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar 3. Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill)

RPP revisi 2017 juga mesti Mengintegrasikan HOTS atau kemampuan berpikir tingkat tinggi Level. Pertanyaan-pertanyaannya bukan lagi, sebutkan, apa, di mana, siapa, tetapi sudah jelaskan, hubungkan, simpulkan, bagaimana. Kira-kira begitulah. Mengajak siswa untuk berpikir yang lebih berat, yang dengan hanya nyontek sudah selesai. Tetapi HOTS mengajak siswa untuk berpikir aktif dan kreatif.

Bagaimana format RPP revisi 2017. Silakan lihat di sini (Format RPP Kurikulum 2013).


Demikian tulisan senam jari berkaitan dengan Contoh Lengkap RPP Kurikulum 2013 Revisi 2017. semoga bisa membantu atau mungkin menghibur.

Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 Sesuai KMA

RPP Al-Qur'an Hadist ya dibutuhkan oleh guru al-Qur'an Hadist. Salah satunya saya. Alhamdulillah, meski tidak begitu suka dengan perubahan jadwal semester 2, saya mendapat jatah mengajar al-Qur'an Hadis, setelah sebelumnya selama hampir 5 tahun tidak mengampu mapel tersebut (terakhir tahun 2009).

Perubahan jadwal memang membuat guru mesti harus kembali belajar. Dan tidak hanya itu, guru juga mesti kembali menyiapkan perangkat mengajar yang baru. Seperti ketika seorang berpindah kerja dari tukang ojeg menjadi sopir taksi, alatnya juga mesti diganti. Begitu pula guru, dari fiqih pindah ke Qur'an Hadis otomatis juga harus membuat Perangkat baru, salah satunya RPP dan Silabus al-Qur'an Hadis

Download RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 Sesuai Permendikbud

RPP al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013

Ya, nggak apa-apa. Syukuri saja. Justru dengan itu akan mendapat hikmah salah satunya ya ini. AKhirnya saya berhasil membuat RPP Qurdis Kurikulm 2013

Setelah ke sana-kemari mencari dan tidak nemu, terpaksa saya harus membuatnya sendiri. Bagi anda yang membutuhkan silakan download RPP al-Qur'an Hadist kelas 8 Kurikulum 2013 (Klik DOWNLOAD).

Cara Membuat RPP Kurikulum 2013 sebenarnya gampang-gampang susah, tetapi memang butuh waktu. Silakan anda baca juga tulisan saya sebelumnya tentang Contoh RPP Kurikulum 2013. Syarat pertama membuar RPP Kurtilas adalah, anda harus tahu dulu aturannya. Itu sudah ada di Permendikbud 81A yang didalamnya mengatur, salah satunya tentang cara penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Perhatikan 8 Komponen RPP kurikulum 2013 berikut:


Cara membuat RPP Kurikulum 2013

Sebenarnya, tidak sama persis dengan itu tidak apa-apa, tetapi 8 komponen tersebut menurut saya memang mesti ada. Berikut adalah contoh RPP  al-Qur'an Hadist Kelas 8 Kurtilas yang saya buat:

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Satuan Pendidikan      :           MTs _________________
Kelas/Semester           :           VIII/ I
Materi Pokok  :           2. Kugapai Rezeki-Mu dengan Ikhtiarku
Alokasi Waktu            :   5x 2 x 40 menit (5pertemuan)

Kompetensi Inti

K-1      : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
K-2      : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
K-3      : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
K-4      : Mengolah,  menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak  terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
3.2     Memahami isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah.
4.2.    Mensimulasikan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah.

Indikator :
  1. Menjelaskan pengertian rezeki
  2. Menjelaskan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki dari Allah swt
  3. Menjelaskan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  4. Mengidentifikasi isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  5. Menyimpulkan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah
  6. Mempresentasikan contoh-contoh sikap orang yang mencerminkan isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah



C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi dan mengkomunikasikan diharapkan  peserta didik mampu membaca, menerjemahkan dan memahami isi kandungan Q.S. Quraisy (106) dan Q.S. al- Insyirah (94)  tentang ketentuan rezeki dari Allah.

D.        Materi Pembelajaran
  • Q.S Al-Quraiys ayat 1-4
  • Terjemah dan mufradat Q.S Al-Quraiys ayat 1-4
  • Asbab an-nuzul Q.S Al-Quraiys: Surat Al-Qurays berarti “Suku Qurays” diturunkan di Makkah setelah surat At-tin. Penamaan surat tersebut diambil dari ayat pertama surat tersebut. Suku Qurays merupakan suku yang mendapat kehormatan untuk menjaga dan memelihara Bitullah atau Ka’bah.
  • Kandungan pokok surat Al-Qurays adalah sebagai berikut :
  • Kegiatan berdagang suku Qurays dalam satu tahun
  • Peringatan Allah SWt tentang suku Qurays tas segala nikmat yang diberikan kepada mereka perintah Allah kepada suku Qurays untuk hanya menyembah Allah Q.S Al-Insyirah
  • Terjemah dan mufradat Q.S Al-Insyirah
  • Asbab an-nuzul Q.S Al-Quraiys: Surat Al-Insyirah: Al-Insyirah artinya “ Kelapangan “ surah ini merupakan surat Makkiyah yang diturunkan setalah surat ad-Dhuha, dan terdiri atas delapan ayat . pemberian nama “al-Insyirah” dari ayat pertama yang berarti “ Bukankan kamu telah lapangkan “
  • Kandungan Surat Al-Insyirah memiliki pokok-pokok sebagai berikut :
  • Tasliyah ( Penghibur Hati ) bagi Nabi Muhammad Saw.
  • Penjelasan Allah Swt terhadap nikmat-nikmat nya kepada nabi Muhammad Saw
  • Peringatan bahwa dibalik kesulitan terdapat kemudahan-kemudahan
  • perintah untuk senantiasa memperhatikan waktu.
  • Memahami Hubungan Surat Al-Qurays dan Al-Insyirah
  • Telah menjadi pola sendiri dalam al-quran jika disebutkan didalamnya tidak terlepas dari dua hal yang berbeda, sesuatu hal yang istimewa atau sebaliknya. Al-quran menyebutkan bahwa Firaun adalah manusia yang paling celaka, karena mengaku dirinya tuhan. Sama halnya dengan nama-nama lainnya seperti : Namrudj, Samiri, dan Abu Lahab.
  • Al-qur’an menyebutkan salah satu kaum jazirah Mekkah dalam salah satu surah yang berisi keistimewaan atau keburukan kaum tersebut. Al-qur’an menyebutkan kaum quraisy dalam salah satu ayat sekalisgus menjadi nama surahnya yaitu Surah Al-quraisy. Penyebutkannya kaena nilai-nilai istimewa yang di miliki oleh kaum tersebut.
  • Keistimewaan bangsa atau kaum quraisy terkait dengan sejarah panjangnya sejak masa nabi Ibrahim As. Beliau bersama putranya nabi Ismail AS, berhasil membangun rumah allah ( KA’BAH ) sampai kiblat kaum muslim sedunia dalam beribadah. Dengan di kabulkan atau di ijabahkannya do’a Ibrahim dan  Ismail yang masih kecil maka menjadi suburlah tanah tersebut Saudi Arabiah. Bahkan hingga kini menjadi wilayah yang sangat makmur.
  • Walaupun dalam jangka lama bangsa Quraisy meningglkan kampung halamannya untuk berdagang, wilayah-waliyah Mekkah tetap menjadi wilayah yang aman. Peristiwa besar yang pernah jadi di Mekkah adalah upaya penghancuran Ka’bah oleh Abrahah dengan pasukan gajahnya yang saat itu bertepatan dengan lahirnya nabi terakhir zaman Muhammad Bin Abdulah. Menurut Muhammad bin Ishak dan abdurahman bin Zaid Bin Asalam, surah Al-Quraisy mengisyaratkan bahwa wilayah tersebut wilayah yang aman. Keamanan kota Mekkah di tujikan denan gagalnya Abdurrahman meghancurkan Ka’bah.
  • Memahami Keterkaitan Isi kandungan Al-Qurays dan Al-Insyirah tentang rezki dari Allah dalam kehidupan: Rezki berasal dari bahasa arab Razaza, Yarzuqu Rizqan, yang berarti nasib, bagian atau kekayaan. Rezki adalah bagian atau kekayaan yang dapat diambil dan dirasakan. Contohnya pakaian yang dipakai terus menerus hingga kusam atau makanan dan minuman yang benar-benar dimasukkan kedalam tubuh.
  • Jenis rezeki Allah sangat beragam, sama beragamnya dengan nikmat Allah. Diantara sumber rezki adalah :
  • melalui usaha sendiri
  • melalui usaha orang lain
  • dari dalam tanah
  • dari atas langit
  • Ikhtiar artinya berusaha, pemahaman mengenai arti ikhtiar tampak jelas dalam analogi makhluk Allah pada sub yang lalu, yaitu semut, dan burung yang merupakan makhluk kecil yang lemah dibandingkan manusia. Akan tetapi dengan ke istiqomahan ikhtiarnya mereka dapat memperoleh rezki dari Allah. Dengan demikian sebuah ikhtiar yang dilakukan pastilah akan menghadapi tantangan dan rintangan, baik dari Dalam maupun dari luar. Tentunya bagi seorang mukmin tidak hanya cukup dengan berikhtiar atau berusaha, tetapi harus diikuti dengan berdo’a dan bertawakal kepada Allah.

E.     Metode Pembelajaran

Pendekatan         : Pendekatan Ilmiah (scientific)
Model                 : Pembelajaran yang berbasis masalah (problem-based learning)
Metode               : Ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, penugasan

F.         Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
Media : Multimedia interaktif/CD interaktif/video
Alat     : Poster/Kartu
Sumber Belajar: Al-Qur’an dan Hadits, Buku Guru dan Buku Siswa al-Qur’an Hadis Kelas 8 MTs


G.  Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran


            Pertemuan Pertama
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.






10 menit
2.
Inti
Kegiatan Mengamati
(Download file-nya, nanti di sini akan muncul gambarnya)

  • Guru meminta peserta didik mengamati gambar berkaitan dengan tema “rezeki”
  • Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan gambarnya. Sementara peserta lain mendengarkan.
  • Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.
  • Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara.
  • Guru memberikan penjelasan tambahandan penguatanyang dikemukaan peserta didik tentang hasil pengamatannya


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit



            Pertemuan Kedua
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti
Kegiatan Memotivasi
  • Guru memotivasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mendengarkan pendapat temanya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan materi yang sedang dibahas.
  • Kegiatan menannya
  • Peserta didik bisa bertanya dengan menggunakan kata Tanya:  apa, mengapa, bagaimana, bagaimana jika dan sebagainya. Beberapa contoh yang bisa menjadi acuan pertanyaan

No
Pertanyaan
1
Apakah sajakah macam-macam rezeki dari Allah swt?
2
Siapa saja yang berhak mendapatkan rezeki?
3
Mengapa orang perlu berikhtiyar mendapatkan rezeki?
4
Bagaimana cara orang berikhtiyar mendapatkan rezeki?
5
Bagaimana cara orang mensyukuri?

Dan seterusnya

Catatan:
  • Guru mengidentifikasi pertanyaan yang sudah dan mengangkat beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi pokok untuk dijadikan sebagai bahan pembahasan selanjutnya (diskusi/kerja kelompok)
  • Guru harus bisa mendorong peserta didik untuk kritis dan memiliki pertanyaan-pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak perlu mengomentarinya.
  • Peserta didik mengungkapkan pertanyaan-pertanyaannya lewat lisan.
  • Guru bisa meminta salah satu peserta didik untuk menulis semua pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis atau bisa ditulis di kertas.


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit




            Pertemuan Ketiga
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti
Kegiatan membaca
  • Guru menjelaskan beberapa poin yang diramu dari beberapa poin pertanyaan siswa sebelumnya,
  • Atau guru memberi tugas siswa secara berkelompok untuk membaca dan memahami hasil bacaan yang ditentukan. Lalu secara bergiliran menjelaskan hasil bacaan masing-masing temannya yang lain secara bergantian
Kegiatan menganalisa
  • Guru meminta peserta didik tetap bersama kelompoknya.
  • Guru membagi pertanyaan-pertanyaan ke tiap kelompok.
  • Tiap kelompok mendapat tugas satu pertanyaan.
  • Guru mengingatkan setiap peserta didik untuk memperhatikan adab berdiskusi, dengan saling menghargai pendapat teman
  • Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikannya. Tiap kelompok mencatat hasil diskusinya di kertas (guru bisa mengembangkan dengan kertas ukuran besar). Tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara singkat.


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit

            Pertemuan Keempat
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti

  • Guru membimbing peserta didik untuk membaca berbagai sumber dengan tema isi kandungan Q.S Quraisy [106] dan QS. Al-Insyirah [94] tentang ketentuan rezeki Allah (Kegitan Membaca)
  • Peserta didik mengemukakan pendapatnya tentang hikmah dari bacaan tersebut
  • Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan terhadap bacaan tersebut.
  • Guru memotivasi dengan meminta peserta didik membiasakan berikhtiyar dalam mencari rezeki Allah. (Kegiatan Memotivasi)
  • Setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang yang diajukan guru, seperti:
  • Apakah rezeki  itu?
  • Bagaimanakah  hubungan antara rezeki  dengan ikhtiyar?
  • Macam-macam rezeki Allah itu apa saja?
  • Dan seterusnya.
  • Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.
  • Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata “bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.
  • Meminta peserta didik untuk mengerjakan  uji kompetensi  yang terdapat pada buku ajar peserta didik.



60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit

            Pertemuan Kelima
No.
Kegiatan
Waktu
1.
Pendahuluan
  • Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.
  • Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau  menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.
  • Guru menggunakan metode kooperatif, antara lain  diskusi dalam bentuk the educational-diagnosis meeting. Artinya, peserta didik berbincang mengenai pelajaran di kelas dengan maksud saling mengoreksi pemahaman mereka atas pelajaran/materi yang diterimanya agar masing-masing memperoleh pemahaman yang benar yang dikolaborasi dengan metode demontrasi.



10 menit
2.
Inti

  • Guru meminta peserta didik untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan guru dan siswa di “bukalah wawasanmu”
  • Peserta didik diberi waktu membaca dan menelaah “bukalah wawasanmu”
  • Guru memotivasi peserta didik untuk bisa menemukan dan mengidentifikasi macam-macam rezeki Allah, karena rezeki bukan hanya sebatas materi.
  • Jika ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya, guru bisa memberikan penjelasan singkat atau memberikan sumber-sumber bacaan yang bisa peserta didik dapatkan.


Catatan:
  • Jika ada pertanyaan yang menarik dan perlu dikaji lebih mendalam, guru bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi tugas mandiri.
  • Guru dan peserta didik menyimpulkan intisari dari pelajaran tersebut sesuai yang terdapat dalam buku teks siswa pada kolom rangkuman. Kegiatan Merangkum
  • Peserta didik mengerjakan tugas sesuai arahan dari guru


60 menit
3.
Penutup
  • Guru bertanya kepada peserta didik tentang manfaat/hikmah mempelajari materi yang telah dipelajari.
  • Guru membimbing peserta didik untuk menyimpulkan materi secara klasikal.
  • Guru menutup pembelajaran dengan do’a dan hamdalah kemudian mengucapkan salam.



10 menit





H.    Penilaian (Jenis, Instrumen, Pedoman Penskoran)

1.     Jenis/ Teknik Penilaian

No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
1.
Sikap Sosial
Observasi
2.
Pengetahuan
Tes tertulis
3.
Keterampilan
Tes  praktik

 2.      Bentuk Instrumen dan Instrumen
 
Pengamatan Sikap

Format Penilaian Individu
No
Nama Peserta didik
Aktifitas
Skor
Kerjasama
Keaktifan
Partisipasi
Inisiatif
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1


















2


















3


















4


















5


















6



















Rubrik penilaian:

No
Indikator Penilaian
Skor
1
Kerjasama
Belum memperlihatkan kerjasamanya
1
Mulai memperlihatkan kerjasamanya
2
Mulai berkembang  kerjasamanya
3
Mulai membudayakan  kerjasamanya
4
2
Keaktifan
Belum memperlihatkan keaktifannya
1
Mulai memperlihatkan keaktifannya
2
Mulai berkembang  keaktifannya
3
Mulai membudayakan keaktifannya
4
3
Partisipasi
Belum memperlihatkan Partisipasinya
1
Mulai memperlihatkan partisipasinya
2
Mulai berkembang  partisipasinya
3
Mulai membudayakan  partisipasinya
4
4
Inisiatif
belum memperlihatkan Inisiatifnya
1
mulai memperlihatkan Inisiatifnya
2
mulai berkembang  Inisiatifnya
3
mulai membudayakan  Inisiatifnya
4
Total
16

    3) Pedoman Pen-skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal (16)

Format Penilaian “Kembangkan Pikiranmu”

Format Penilaian

No.
Nama peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P
1










2










3










4










5











Aspek dan rubrik  penilaian kelompok:

No
Indikator Penilaian
Skor

1
Kejelasan dan kedalaman informasi.
Memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna
30
Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan  kurang sempurna
20
Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang lengkap

10
2
Keaktifan dalam diskusi
berperan sangat aktif dalam diskusi
30
berperan aktif dalam diskusi
20
kurang aktif dalam diskusi
10

3
Kejelasan dan kerapian presentasi.
mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi
30
mempresentasikan dengan jelas dan rapi,
20
mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi
10
Jumlah skor maksimal
180

3) Pedoman Pen-Skoran

Nilai
=
Jumlah Nilai Skor yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal



Format Penilaian “TILAWAH AYAT”

Format Penilaian

No.
Nama peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P



































































Aspek dan rubrik  penilaian tilawah ayat:


No
Indikator Penilaian
Skor
1
Tajwid
Melafalkan setiap lafal dengan benar dan tepat
30
Melafalkan sebagian besar dari lafal dengan benar dan tepat
20
Banyak kesalahan dalam pelafalan ayat
10
2
Fashahah
Melafalkan ayat  dengan sangat lancar
30
Menghafalkan ayat dengan cukup lancar
20
Menghafalkan ayat kurang lancar dan terbata-bata
10

3
Tartil
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan jelas dan tartil
30
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan cukup jelas dan tartil
20
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an kurang jelas dan tidak tartil
10

Pedoman Pen-Skoran


Nilai
=
Jumlah Nilai Skor yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal

Penilaian “Berlatihlah”

 Format Penilaian “Berlatihlah”

No.
Nama Peserta didik
Aspek yang dinilai
Skor
Maks.
Nilai
Ketuntasan
Tindak
Lanjut
1
2
3
T
TT
R
P
1










2










3










4










5











Aspek dan rubrik  penilaian kelompok:

No
Indikator Penilaian
Skor
1
Kedisiplinan
Tepat waktu dalam penyerahan tugas
26 – 30
Terlambat dalam penyerahan tugas
10 – 25
2
Antusiaisme
Sangat antusias dalam mengerjakan tugas
26 – 30
Biasa saja dalam mengerjakan tugas
16 – 25
Enggan mengerjakan tugas
10 – 15

3
Kejelasan dan kerapian hasil tugas
Hasil tugas yang diserahkan sangat rapi dan jelas
31 – 40 
Hasil tugas yang diserahkan cukup rapi dan jelas
21 – 30
Hasil tugas yang diserahkan tidak jelas dan asal-asalan
10 – 20

Pedoman Pen-Skoran


Nilai
=
Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh
x
100
Jumlah Skor maksimal





Mengetahui,
Kepala MTs ___________________



_______________________________
NIP. _____________________________

___________, ________________
Guru Mata Pelajaran


_______________________________
NIP. _____________________________


Baca juga:

Belajar dari contoh RPP Al-Qur'an Hadist Kurikulum 2013 tersebut saya kira lebih mudah ketimbang saya menjelaskan panjang lebar tentang bagaimana membuat RPP. Jadi, demikian saja postingan kali ini. Semoga bermanfaat. Salam