5 Barang yang Wajib Dibeli Guru Setelah Tunjangan Sertifikasi Cari

M. Yusuf Amin Nugroho

Hal yang paling dinantikan kebanyakan guru bukanlah saat melihat pintu surga terbuka, melainkan ketika tunjangan sertifikasi itu meleleh ke rekening. Untuk bisa melihat pintu surga syaratnya agak berat, sementara syarat mendapat tunjangan sertifikasi 'kan cukup ringan, meski harus ikut PPG dan mbayar Rp.12 juta. 

Bersyukur adalah salah satu syarat untuk bisa melihat pintu surga, Anda tahu itu. Na, bersyukur tentu saja bukan sesuatu yang ringan, apalagi mati, berat itu. Kalau anda cek ATM kemudian melihat angka rekening anda sudah bertambah menjadi 10 digit, dan anda mengucap: “Alhamdulillah,” itu memang bagian dari syukur. Tapi tingkatannya masih TK – kalau Syukur itu diibaratkan sebuah jenjang sekolah. Bersyukur tingkat Doktor ya dengan perbuatan. Kalau kenikmatan itu berupa cairnya tunjangan sertifikasi, tasyarufkan dengan bijak. Masih ingat kan dengan apa yang sering Anda katakan di depan murid-murid: “Jangan sampai harta memperbudakmu, dan membuat jiwamu menjadi miskin.”

Iya, saya ngerti, tapi saya bingung uang sertifikasi ini mau saya beliakan apa? Huh, punya uang bingung, tidak punya uang bingung. Dan ternyata kita lebih mudah memecah kebingungan karena tidak punya uang ketimbang bingung karena punya uang. Kalau lagi tidak punya uang, dan ada yang ngajak jalan-jalan, anda dapat segera menemukan jawaban. “Maaf, nggak bisa. Aku lagi ada gotong royong nih.” Padahal anda sedang tidak punya uang. Tapi kalau pas anda punya uang kemudian ada yang ngajak jalan-jalan, anda akan jauh lebih bingung. “Enaknya ke mana ya? Ke puncak macet, ke mall dingin, apa-apa mahal. Pakai baju apa ya? Jangan-jangan nanti dia minta traktir. Ih! Mending di rumah aja, facebookan.”

Berpikir sebelum belanja itu harus, tapi jangan sampai bingungnya mencapai bintang lima. Anda bebas saja menggunakan dana tunjangan itu. Kalau ada yang nyinyir, mengatakan bahwa tunjangan sertifikasi semestinya digunakan untuk meningkatkan kompetensi, bisikkan saja dalam hati: bullshit! Memang ada yang meragukan kemampuan anda sebagai guru? Jadi, biarkan saja anjing menggongong. Kalau anda masih merasa brisik, bisa pakai heatset sembari mendengarkan Kitaro. Saat jiwa anda mulai tenang, mulailah susun daftar belanja yang benar-benar anda butuhkan sebagai seorang guru.

Tunjangan Sertifikasi Cari

Jika anda bingung, saya akan bantu anda memutuskan untuk apa sebaiknya dana tunjangan sertifikasi yang anda terima itu.

Membeli Mobil

Mau jalanan tambah macet, mau harga bbm terus melambung, mau bagaimanapun, mobil sudah menjadi kebutuhan guru. Guru di seluruh Indonesia sudah waktunya memiliki mobil dan dengan begitu pendidikan akan semakin maju. Guru naik onthel sudah bukan jamannya. Apalagi naik angkot. Hah! Nunggunya lama, panas pula. Beli mobil sendiri dong. Biar tidak terlambat datang ke sekolah. Biar murid-murid tidak meremehkan kedudukan anda, ya tho? Bukankah murid-murid anda diantar dengan mobil mewah, masa gurunya kalah. Jangan sampai ya. Lihat tuh, teman-teman anda, yang sesama guru, sudah banyak yang punya mobil, sudah berkali-kali ganti bahkan. Masih pengen kepanasan, kehujanan, masuk angin, sesak napas gara-gara asap, dan kulit jadi gelap? Jadi nunggu apa lagi. Datanglah ke dialer, atau nyari-nyari yang seken di toko kelontong dot com juga bisa. Teman anda yang Guru Honorer ada yang kerja sampingan jadi maklar jual beli mobil juga kan? Cobalah tanya-tanya, siapa tahu bisa memberi anda solusi.

Oh, maaf. Anda sudah punya mobil ya? Berapa? Kalau perlu jangan cuma satu. Hari gini mobil kok cuma satu. Kalau satunya tiba-tiba macet gimana? Masa mau kembali naik motor. Belilah tiga atau empat, minimal dua lah ya.

Alat Fitnes

Guru sudah terlalu sibuk ngurusi administrasi dan tetek bengek kerja mencerdaskan bangsa. Jadi wajar kalau tidak punya waktu main tenis atau futsal. Beli alat fitnes adalah solusi. Tunjangan sertifikasi sebulan sudah cukup untuk membeli alat ini. Manfaat alat ini sangat banyak buat guru. Siapa sih yang tidak tahu bahwa di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Lihat tuh, maling-maling saja sehat, masa guru enggak. Artis-artis saja tampil percaya dengan dengan tubuh seksi, masa guru enggak. Makanya, belilah alat olah raga ini untuk membantu membakar lemak. Kalau guru sehat, seksi, kuat, kekar, murid-muridnya juga akan senang dan tambah berprestasi.

Isi Rumah

Televisi anda mungkin sudah waktunya ganti? Atau kulkasnya sudah nggak dingin lagi? Oh, masih bagus semua ya? Jangan terburu-buru jawab. Lihat-lihat dulu, pikirkan dulu, manakah barang-barang di rumah anda yang sudah kuno. Kalau mau ganti, ganti saja, mumpung ada tunjangan sertifikasi. Dari pada uangnya habis untuk yang nggak jelas, mending buat beli barang. Wujudnya ada, terlihat, dan bermanfaat.

Gadget

Gatget sudah menjadi kebutuhan utama semua guru era digital. Sebagai guru, anda tidak boleh ketinggalan jaman, malu sama muridnya. Belilah gawai tercanggih yang harddiscnya di atas 32 Giga, yang kamera depannya di atas 8 MPx layarnya minimal 5 incilah, dan RAMnya minimal 2 Gg. Semua itu untuk mendukung petualangan intelektual anda di dunia virtual, menyimpan banyak file yang anda download, dan agar foto wajah anda semakin bening.

Kopi

Kalau yang satu ini saya tidak melebih-lebihkan atau satir-satiran. Guru butuh ngopi. Manfaat kopi bagi guru apa saja? Pertanyaannya masa gitu. Jelas saja manfaatnya banyak, tapi masih kalah dengan gadget, kulkas, teve, alat fitnes, dan mobil. Jadi, setelah semua kebutuhan di atas anda penuhi, kalau uang anda masih sisa, jangan lupa belilah kopi.

Itu hanya beberapa saran, anda dipersilakan untuk memikirkannya baik-baik sebelum memutuskan. Saran-saran ini penting dan mendesak saya tulis mengingat gejala yang merebak di kalangan guru, soal tunjangan sertifikasi yang digunakan untuk sesuatu yang tidak jelas dan tidak mendukung peningkatan kompetensinya. 

Uang sertifikasi sepenuhnya halal dan menjadi hak guru sesuai amanah Undang-undang. Masalah ada yang cemburu, ada yang protes lalu nyebar isyu tunjangan sertifikasi akan dihapus biarin aja, tidak usah dipikirkan. Nikmati saja hidup Anda. Kalau anda ngajar di sekolah kecil yang dipenuhi guru honorer, jangan bilang-bilang kalau tunjangan sertifikasi anda sudah cair. Nanti pasti banyak yang mengajukan proposal pinjaman kepada anda. Lagian berapa sih tunjangan yang anda dapat? Tiga juta, empat juta, lima juta? Tidak besar-besar amat kan. Masa mau dipinjam, enak aja. Masih banyak kok yang harus dibeli. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »